Pelecehan seksual pada remaja merupakan permasalahan sosial yang
berdampak serius terhadap perkembangan psikologis dan kesejahteraan individu,
sehingga menuntut keterlibatan aktif remaja melalui perilaku prososial dalam
upaya pencegahan dan dukungan terhadap korban. Perilaku prososial pada remaja
dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pola asuh orang tua dan
kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
pola asuh dan kecerdasan emosional dengan perilaku prososial remaja dalam
menyikapi pelecehan seksual. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan desain korelasional melalui teknik analisis linear berganda. Subjek
penelitian merupakan siswa SMA “X” (n=249) di Surakarta yang dipilih
menggunakan cluster random sampling dari populasi 567 siswa. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner skala likert 1–5 untuk mengukur pola asuh
(PAQ-R), kecerdasan emosional (WLEIS), dan prososial (PTM) yang telah melalui
uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara
simultan pola asuh dan kecerdasan emosional berhubungan positif dan signifikan
dengan perilaku prososial (R=0,841 R²=0,707; p=0,000). Secara parsial,
diketahui pola asuh otoritatif (β = 0,313, p =0,000), permisif (β
=0,156, p =0,017), otoriter (β =0,186, p =0,015), serta kecerdasan emosional (β
=0,291, p =0,000) memiliki hubungan positif dan signifikan dengan perilaku
prososial. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor pengasuhan dan kecerdasan
emosional berperan penting dalam membentuk perilaku prososial remaja, khususnya
dalam konteks menyikapi kejadian pelecehan seksual