Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja sektor publik berupa pengeluaran
pemerintah sektor pendidikan dan sektor kesehatan dan good governance berupa
akuntabilitas keuangan dan akuntabilitas kinerja terhadap pertumbuhan ekonomi
yang diukur melalui PDRB riil per kapita, baik secara langsung maupun tidak
langsung melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai variabel intervening
di Kawasan Timur Indonesia (KTI) periode 2015–2024. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data panel dari 17 provinsi
di KTI. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis jalur (path
analysis) dalam kerangka data panel dengan model estimasi Random Effect
Model (REM). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah sektor pendidikan berpengaruh negatif
dan tidak signifikan terhadap IPM, sedangkan pengeluaran pemerintah sektor
kesehatan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap IPM. Akuntabilitas
keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM, sementara
akuntabilitas kinerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Terhadap
PDRB per kapita, pengeluaran sektor pendidikan berpengaruh positif tidak signifikan, pengeluaran sektor kesehatan berpengaruh positif namun tidak
signifikan, akuntabilitas keuangan berpengaruh negatif dan tidak signifikan,
serta akuntabilitas kinerja berpengaruh positif namun tidak signifikan. IPM
sendiri terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB per kapita.
Pada pengujian mediasi, IPM tidak mampu memediasi pengaruh pengeluaran sektor
pendidikan, pengeluaran sektor kesehatan, maupun akuntabilitas keuangan terhadap PDRB per kapita, tetapi mampu
memediasi pengaruh akuntabilitas kinerja
terhadap PDRB per kapita. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas
pembangunan manusia merupakan salah satu jalur yang dapat menghubungkan tata
kelola pemerintahan dengan pertumbuhan ekonomi di KTI.
Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah di KTI memperbaiki
efektivitas dan pengawasan belanja pendidikan, mempertahankan serta memperluas
capaian belanja kesehatan, serta memperkuat akuntabilitas keuangan dan kinerja
agar dampaknya terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat lebih optimal.