Sistem antrean konvensional pada pelayanan publik sering menghadapi permasalahan seperti ketidakteraturan antrean, waktu tunggu yang tidak pasti, penumpukan antrean, serta keterbatasan skalabilitas sistem yang masih bersifat single-tenant. Masalah tersebut menjadi latar belakang pengembangan aplikasi E-Antrian SAPA (Sistem Antrian Pelayanan Publik) berbasis arsitektur multi-tenant dengan model Software as a Service (SaaS). Sistem ini bertujuan menyediakan platform terpusat yang mampu mengakomodasi banyak instansi secara mandiri dan efisien.Pengembangan aplikasi ini menggunakan pendekatan Agile Development yang dilakukan secara iteratif dan adaptif untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dinamis instansi. Tahapan pengembangan dimulai dari analisis kebutuhan sistem, diikuti dengan perancangan arsitektur dan pemodelan basis data. Selanjutnya, proses implementasi fitur dilakukan secara bertahap, mulai dari manajemen layanan hingga modul monitoring, yang diakhiri dengan serangkaian pengujian fungsional dan performa untuk memastikan sistem berjalan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan menggunakan Blackbox Testing, Security Testing, dan Load Testing, aplikasi E-Antrian SAPA dinyatakan berhasil dan layak digunakan. Pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur telah diuji dan berjalan sesuai dengan spesifikasi kebutuhan yang ditetapkan. Hasil pengujian keamanan juga menunjukkan bahwa sistem aman dari berbagai kerentanan umum seperti SQL Injection, XSS, CSRF, dan Broken Authentication, yang menjamin keamanan data dan integritas sistem. Selain itu, sistem mampu menangani 100 koneksi simultan tanpa mengalami server down atau crash. Dengan demikian, aplikasi ini terbukti efektif dalam mendukung pengelolaan operasional antrean yang terpusat, terukur, dan stabil bagi berbagai instansi pelayanan publik.Kata Kunci: E-Antrian, Pelayanan Publik, Multi-Tenant, Real-Time Monitoring, Audit Trail.