Platform media sosial menjadi salah satu
sarana penyampaian informasi, promosi UPT Perpustakaan UM kepada pemustakanya.
Belum adanya pedoman baku pengelolaan konten media sosial di UPT Perpustakaan
UM menyebabkan aktivitas pengelolaan konten masih bergantung pada pengalaman
dan kebijakan masing-masing staff. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
proses pengembangaan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Konten
Media Sosial di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang dan mengetahui
kelayakan SOP yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research
and Development (R&D) dengan tahapan identifikasi potensi masalah,
pengumpulan data, desain produk, validasi produk, dan revisi produk. Data
dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, studi
dokumentasi, dan angket validasi. Validasi produk dilakukan oleh tiga validator
terdiri dari ahli materi (dosen), serta dua ahli praktisi (kepala perpustakaan
dan koordinator humas dan media sosial). Data kuantitatif dianalisis
menggunakan persentase skala likert 1-4, sedangkan data kualitatif
dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menghasilkan sebuah prototipe SOP yang terdiri atas empat
komponen utama, yaitu halaman sampul, halaman pengesahan, halaman kebijakan,
serta halaman uraian kegiatan dan alur kerja (flowchart). Hasil uji
validasi terhadap produk menunjukkan bahwa aspek isi SOP memperoleh skor 100%,
aspek sistematika SOP memperoleh 98,6%, serta aspek bahasa dan penyajian
memperoleh 97,9%. Dengan demikian, prototipe SOP Pengelolaan Konten Media
Sosial yang dikembangkan ini termasuk dalam kategori sangat layak untuk
direkomendasikan peneliti sebagai pedoman kerja baku dan tertulis di UPT
Perpustakaan Universitas Negeri Malang.