Penelitian ini
bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan
pelaksanaan program kelas industri di SMK Ganesha Tama Boyolali; (2) mengidentifikasi faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan program kelas
industri di SMK Ganesha Tama Boyolali; serta (3) mengetahui hambatan dalam
pelaksanaan program kelas industri di SMK Ganesha Tama Boyolali, khususnya pada
Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO). Penelitian ini
merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan
melalui teknik wawancara mendalam dengan pihak manajemen sekolah, guru
produktif, dan siswa, serta melalui observasi lapangan dan studi dokumentasi.
Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik
analisis data menggunakan model
analisis interaktif yang meliputi reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan kelas industri di SMK Ganesha
Tama Boyolali telah
terintegrasi secara
sistematis melalui kerja
sama strategis (MoU)
dengan PT Komatsu,
yang mencakup sinkronisasi
kurikulum, proses rekrutmen siswa yang ketat melalui tes fisik dan psikis,
serta penerapan model pembelajaran Teaching
Factory yang menekankan pada budaya kerja industri (5R dan K3L). (2) Faktor
pendukung keberhasilan program terdiri dari kompetensi guru yang tersertifikasi
melalui magang industri, motivasi dan kebanggaan siswa yang tinggi,
serta dukungan kuat dari orang
tua dan kepemimpinan sekolah
dalam hal kebijakan. (3) Hambatan yang ditemukan meliputi adanya kesenjangan (gap) teknologi antara fasilitas di
sekolah dengan standar terbaru di industri, serta tantangan mentalitas siswa
terkait kelelahan fisik dan tekanan kedisiplinan yang sangat ketat dalam mengikuti ritme program industri serta manajemen waktu dan
sinkronisasi jadwal antara sekolah dengan industri.