Pengembangan padi gogo pada lahan kering menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan beras nasional, tetapi penerapannya pada tanah Alfisol menghadapi kendala berupa tingkat kesuburan yang relatif rendah, salah satunya ditandai oleh rendahnya ketersediaan unsur kalium. Peningkatan produktivitas padi gogo dapat dilakukan melalui pemberian mikoriza yang meningkatkan efisiensi penyerapan hara dan pupuk kalium yang berperan penting dalam pertumbuhan serta hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan memperoleh dosis optimum kombinasi mikoriza dan pupuk kalium, serta masing-masing faktor terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga Februari 2026. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu dosis mikoriza (0, 5, 10, dan 15 g/tanaman) dan faktor kedua yaitu dosis pupuk kalium (0, 30, 60, dan 90 kg/ha). Data dianalisis menggunakan analisis ragam uji F dengan taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95% dan uji regresi polinomial orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimum mikoriza 6,77 g/tanaman yang dikombinasikan pupuk kalium 60 kg/ha (0,375 g/tanaman) menghasilkan bobot 1000 biji tertinggi yaitu 27,97 g, tetapi kombinasi dosis mikoriza dan pupuk kalium tidak mempengaruhi pertumbuhan padi gogo. Infeksi mikoriza tertinggi mencapai 50% diperoleh pada kombinasi mikoriza 5 g/tanaman dan 10 g/tanaman dengan pupuk kalium 60 kg/ha, sedangkan serapan kalium tertinggi sebesar 0,28 g/tanaman diperoleh pada kombinasi mikoriza 10 g/tanaman dan pupuk kalium 90 kg/ha. Dosis optimum mikoriza 10,05 g tanaman menghasilkan jumlah malai per rumpun tertinggi yaitu 18,14 malai. Dosis optimum pupuk kalium 66 kg/ha menghasilkan jumlah malai per rumpun tertinggi yaitu 17,66 malai, dosis 66,13 kg/ha menghasilkan bobot Gabah Kering Panen (GKP) per rumpun tertinggi yaitu 26,92 g, dan peningkatan dosis hingga 90 kg/ha masih meningkatkan jumlah biji per malai.