Penelitian ini mengkaji dampak perpindahan zonasi
terhadap strategi livelihood pedagang oprokan di Pasar Jongke Surakarta pasca
revitalisasi. Revitalisasi Pasar Jongke merupakan upaya pemerintah untuk
meningkatkan kualitas pasar tradisional melalui penataan infrastruktur dan
sistem zonasi. Pasar Jongke diresmikan pada 27 Juli 2024 dengan anggaran
Rp124,6 miliar dan menerapkan zonasi vertikal yang menempatkan pedagang oprokan
di lantai tiga. Kebijakan tersebut menimbulkan perubahan terhadap aktivitas
perdagangan dan kondisi sosial-ekonomi pedagang. Penelitian ini bertujuan
menganalisis perbahan sosial-ekonomi pasca renovasi, latar belakang perpindahan
zonasi, dampak perpindahan zonasi terhadap aktivitas jual beli, serta strategi
livelihood yang dikembangkan pedagang untuk mempertahankan keberlangsungan
usahanya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistic inquiry yang dipadukan
dengan Teori Struktural Fungsional Talcott Parsons dan Sustainable Livelihood
Approach (SLA) Ian Scoones. Data diperoleh melalui observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi terhadap pedagang oprokan, pembeli, pengelola pasar,
paguyuban pasar, serta Dinas Perdagangan Kota Surakarta. Analisis data menggunakan model interaktif oleh Miles, Huberman,
dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpindahan ke lantai
tiga menyebabkan penurunan pendapatan pedagang sebesar 40 – 60% akibat
berkurangnya jumlah pembeli karena keterbatasan aksesibilitas, terutama tidak
tersedianya lift atau eskalator. Kondisi tersebut juga mengubah aktivitas jual
beli dan meningkatkan kerentanan sosial-ekonomi pedagang. Untuk mempertahankan
usahanya, pedagang mengembangkan tiga strategi livelihood, yaitu intensifikasi
relasi pelanggan melalui layanan pengiriman berbasis WhatsApp, penyesuaian
produk dan harga, serta diversifikasi saluran distribusi melalui penitipan
barang di kios lantai bawah. Penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial
menjadi aset yang paling berperan dalam mempertahankan keberlangsungan usaha
pedagang serta memperluas penerapan Sustainable
Livelihood Approach pada pasar tradisional perkotaan.