Kota Batam merupakan kawasan industri dan perdagangan strategis yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang teknologi hijau untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Seiring dengan meningkatnya tantangan lingkungan, konsumsi energi, serta transformasi industri menuju ekonomi hijau, diperlukan fasilitas pelatihan yang mampu mengintegrasikan kegiatan edukasi, sertifikasi, riset, dan inovasi dalam satu wadah. Oleh karena itu, dirancang Pusat Pelatihan Teknologi Hijau Berbasis Arsitektur Berkelanjutan di Batam sebagai fasilitas pendidikan nonformal yang mendukung pengembangan kompetensi tenaga kerja sekaligus menjadi pusat inovasi teknologi ramah lingkungan.Pendekatan yang digunakan adalah Arsitektur Berkelanjutan dengan menerapkan prinsip efisiensi energi, pengelolaan air, penggunaan material ramah lingkungan, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, serta penyediaan ruang terbuka hijau untuk meningkatkan kenyamanan pengguna dan mengurangi dampak lingkungan. Perancangan juga memperhatikan aspek klimatologi, kebisingan, sirkulasi, zoning, dan kebutuhan ruang berdasarkan aktivitas pengguna sehingga menghasilkan lingkungan belajar yang adaptif, inklusif, dan fungsional. Program ruang meliputi area pelatihan, workshop PLTS, laboratorium energi terbarukan, laboratorium AI dan Smart Energy, research and testing area, co-working space, galeri edukasi, perpustakaan, serta fasilitas pendukung lainnya.Hasil perancangan berupa pusat pelatihan yang mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi teknologi hijau sekaligus menjadi sarana kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat. Penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, menciptakan lingkungan binaan yang nyaman dan responsif terhadap iklim, serta mendukung visi pembangunan Kota Batam menuju kota yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.