Perkembangan musik rock di Yogyakarta menunjukkan dinamika yang signifikan, ditandai dengan tumbuhnya komunitas musik, meningkatnya aktivitas pertunjukan, serta munculnya musisi dan band independen yang aktif. Namun, perkembangan tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas musik yang dirancang secara khusus untuk mengakomodasi kebutuhan genre rock, baik dari segi karakter ruang, kualitas akustik, maupun identitas visual interior. Fasilitas yang ada umumnya bersifat umum dan belum sepenuhnya mampu mewadahi aktivitas pertunjukan, latihan, produksi, edukasi, serta interaksi komunitas musik rock secara terpadu.Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang interior Rock Music Center di Yogyakarta sebagai fasilitas musik terpadu yang mampu mendukung aktivitas bermusik secara fungsional sekaligus merepresentasikan karakter musik rock. Pendekatan desain yang digunakan adalah konsep industrial, yang dipilih karena kesesuaiannya dengan karakter musik rock yang ekspresif, tegas, dan jujur. Metode perancangan dilakukan melalui studi literatur, studi lapangan, observasi, wawancara, serta analisis preferensi pengguna, yang kemudian diterjemahkan ke dalam proses programming dan perumusan konsep desain.Hasil perancangan menekankan pada pengolahan elemen interior seperti bentuk, material, warna, pencahayaan, serta sistem akustik yang terintegrasi dengan kebutuhan ruang musik. Penerapan konsep industrial diwujudkan melalui penggunaan material ekspos, struktur terbuka, warna gelap dan netral, serta pencahayaan dramatis untuk membentuk suasana ruang yang kuat dan berenergi. Perancangan ini diharapkan dapat menghasilkan Rock Music Center yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertunjukan dan produksi musik, tetapi juga sebagai ruang edukasi, komunitas, dan ekspresi budaya musik rock di Yogyakarta.