ABSTRAK
Transformasi
digital dalam sektor pertanian menjadi kebutuhan untuk mendorong
regenerasi petani di Indonesia. Tingginya minat konsumsi media (media
consumption interest) pada platform digital memberikan peluang bagi
pemerintah. Akun TikTok @kementanri hadir sebagai jembatan komunikasi
antara
pemerintah dan generasi muda. Penelitian ini mengkaji bagaimana konten
edukasi berperan dalam
mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 2 (Zero Hunger),
yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan meningkatkan
pertanian berkelanjutan melalui pendekatan Teori Social Learning
(Pembelajaran Sosial). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh konten edukasi TikTok @kementanri
terhadap minat generasi muda pada sektor pertanian. Metode penelitian
yang
digunakan adalah kuantitatif. Responden penelitian adalah pengikut
(followers)
akun TikTok @kementanri, dengan sampel sebanyak 100 responden yang
ditentukan
melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian
berupa kuesioner
terstruktur (g-form) yang mengukur variabel Kualitas Informasi (X1),
Gaya
Penyajian (X2), Interaktivitas (X3), Terpaan Media Sosial (X4) dan Minat
Generasi
Muda Pada Sektor Pertanian (Y). Analisis data dilakukan
menggunakan Regresi Linear Berganda untuk menguji hipotesis pengaruh
antar variabel. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa secara parsial hanya satu variabel yang memiliki
pengaruh
signifikan terhadap minat generasi muda pada sektor pertanian,
yaitu variabel Terpaan
Media Sosial, dengan nilai signifikansi sebesar 0,006 (a < 0,05).
Hasil penelitian secara simultan, konten edukasi
TikTok @kementanri tidak berpengaruh terhadap minat generasi muda pada
taraf
signifikansi 5% (uji F = 0.058) dengan nilai koefisien determinasi (R2)
0.052 yang menunjukkan
bahwa variabel independen hanya mampu menyumbang pengaruh sebesar 5,2%
terhadap variabel dependen, sisannya dari 94,8% dipengaruhi oleh
faktor lain di luar penelitian ini.