Whey merupakan hasil samping dari pengolahan
keju yang pemanfaatannya masih belum optimal, padahal whey mengandung
protein, laktosa, vitamin, dan mineral yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan
pangan bernilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi
terbaik minuman cokelat ready-to-drink (RTD) berbahan dasar whey
protein hasil samping pengolahan keju dengan penambahan bubuk kakao dan brown
sugar, serta mengetahui karakteristik fisik, kimia, dan sensoris produk
yang dihasilkan. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan satu faktor berupa konsentrasi bubuk kakao (3 g, 6 g, 9 g) dan brown
sugar (2 g, 4 g, 6 g) dan data hasil penelitian dianalisis dengan One
Way ANOVA, dilanjutkan dengan uji Duncan
Mutiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%, sedangkan data emo-sensoris dan
persepsi kolatif dianalisis dengan menggunakan Correspondence Analysis (CA) dengan
bantuan software XLSTAT.
Parameter yang dianalisis meliputi warna, indeks sedimentasi, nilai pH, kadar
protein, total fenol, total flavonoid, serta aktivitas antioksidan menggunakan
metode DPPH dan FRAP. Selain itu, dilakukan pengujian sensoris meliputi uji
hedonik, emo-sensoris, dan persepsi kolatif untuk mengetahui tingkat penerimaan
konsumen terhadap produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk
kakao meningkatkan total fenol, flavonoid, dan aktivitas antioksidan, sedangkan
penggunaan brown sugar memberikan cita rasa manis yang lebih disukai
panelis. Whey yang digunakan sebagai pengganti air pada produk juga
meningkatkan kadar protein yang teradapat pada minuman cokelat ready-to-drink
(RTD). Formulasi terbaik diharapkan menghasilkan minuman cokelat ready-to-drink
(RTD) berbasis whey dengan karakteristik fisik dan kimia yang baik
serta tingkat penerimaan sensoris yang tinggi.