Latar Belakang: Pneumonia merupakan infeksi saluran napas bawah yang masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas penting, terutama pada pasien dengan usia lanjut dan penyakit penyerta. Pada pasien pneumonia, gangguan pertahanan saluran napas, inflamasi parenkim paru, serta adanya komorbid dapat meningkatkan risiko kolonisasi mikroorganisme oportunistik, termasuk Candida sp. Keberadaan Candida sp ini menjadi perhatian, karena terjadi tren peningkatan keberadaan jamur Candida pada hasil kultur serta resistensi terhadap antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komorbid dengan positivity rate Candida sp pada kultur sputum pasien pneumonia di Rumah Sakit UNS.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional (potong lintang). Data diperoleh dari rekam medis pasien pneumonia di Rumah Sakit UNS periode Januari hingga Desember 2024. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 92 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah komorbid, khususnya diabetes melitus (DM) dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), sedangkan variabel terikat adalah positivity rate Candida sp pada kultur sputum. Analisis data bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square.Hasil: Hasil deskriptif menunjukkan pasien dengan DM memiliki proporsi hasil positif Candida sp lebih tinggi, yaitu 12 dari 20 pasien (60,0%), dibandingkan pasien tanpa DM, yaitu 22 dari 72 pasien (30,6%), sementara pasien dengan PPOK menunjukkan proporsi hasil positif Candida sp sebesar 10 dari 16 pasien (62,5%), lebih tinggi dibandingkan pasien tanpa PPOK sebesar 24 dari 76 pasien (31,6%). Analisis bivariat dengan uji Chi-square menunjukkan hubungan bermakna antara DM dengan positivity rate Candida sp pada kultur sputum pasien pneumonia dengan nilai p = 0,016 (p<0,05), kemudian, PPOK juga memiliki hubungan bermakna dengan positivity rate Candida sp dengan nilai p = 0,020 (p<0,05).Simpulan: Komorbid DM dan PPOK terbukti memiliki hubungan yang bermakna dengan positivity rate Candida sp pada kultur sputum pasien pneumonia. Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan komorbid, terutama DM dan PPOK, berperan sebagai faktor yang berkaitan dengan peningkatan frekuensi ditemukannya Candida sp pada sputum pasien pneumonia.