Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan komoditas perkebunan penting di Indonesia yang membutuhkan ketersediaan biji unggul secara berkelanjutan. Keterbatasan perbanyakan generatif akibat sifat benih yang rekalsitran, produksi yang musiman, serta meningkansya gangguan lingkungan dan penyakit mendorong pengembangan perbanyakan vegetatif melalui setek pucuk. Keberhasilan metode ini sangat dipengaruhi oleh pembentukan akar adventif yang dapat dirangsang menggunakan zat pengatur tumbuh Indole-3-Butyric Acid (IBA), serta kondisi lingkungan perakaran yang dipengaruhi oleh wadah pembibitan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi IBA, warna polybag, dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan setek pucuk calon batang bawah tanaman karet. Penelitian dilaksanakan pada November 2025–Februari 2026 di Unit Riset Bogor Getas, Salatiga. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi IBA (0, 100, 200, dan 300 ppm) dan warna polybag (transparan dan hitam). Kombinasi keduanya menghasilkan 8 perlakuan dengan 4 ulangan, sehingga total unit percobaan berjumlah 32 satuan dengan 10 sampel per satuan, atau sebanyak 320 tanaman secara keseluruhan. Bahan tanam yang digunakan adalah pucuk setek karet klon IRR 39. IBA diaplikasikan dengan cara merendam pangkal setek selama 5 menit ke dalam larutan sesuai taraf konsentrasi masing-masing perlakuan. Seluruh setek dipelihara di dalam sungkup plastik di bawah naungan paranet selama 12 MST. Parameter pengamatan meliputi laju sintasan, indeks pecah tunas, laju daun dorman, jumlah daun, luas daun, tinggi setek, persentase setek berakar, jumlah akar primer, dan panjang akar. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat pengaruh yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi IBA berpengaruh nyata terhadap laju daun dorman, jumlah daun, tinggi setek, persentase setek berakar, dan jumlah akar primer. Perlakuan IBA 200 ppm menghasilkan pertumbuhan vegetatif terbaik dengan tinggi setek tertinggi sebesar 28,1 cm dan jumlah daun dengan rata-rata 1,98 tangkai jika dibandingkan kontrol. Perlakuan IBA 300 ppm menghasilkan jumlah akar primer tertinggi 2,16 akar dan persentase setek berakar sebesar 97,5%. Warna polybag tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan, demikian pula interaksi antara konsentrasi IBA dan warna polybag. Secara keseluruhan IBA merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan pertumbuhan setek pucuk calon batang bawah tanaman karet. Konsentrasi 200 ppm direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan 300 ppm efektif untuk meningkatkan pembentukan akar primer.