Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan makna
yang terkandung dalam Wangsalan Sindhenan; (2) menjelaskan ajaran budi pekerti
dalam Wangsalan Sindhenan; serta (3) menjelaskan manfaat dan relevansi
wangsalan sindhenan sebagai materi pembelajaran bahasa Jawa di SMA. Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa
cakepan (teks) wangsalan yang bersumber dari buku wangsalan serta rekaman video
sindhenan dalam pertunjukan karawitan dan wayang kulit. Data dikumpulkan
melalui observasi di lingkungan sekolah untuk mengetahui kebutuhan materi ajar,
wawancara dengan ahli sastra, guru bahasa Jawa, dan siswa, serta analisis
dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang
meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Analisis makna menggunakan tinjauan semiotika Roland Barthes yang
meneliti tentang makna denotatif dan konotatif. Adapun analisis ajaran budi
pekerti menggunakan pemikiran Endraswara yang menjelaskan tentang ajaran
membangun keharmonisan bermasyarakat, kemuliaan hidup, tata krama, dan
pengendalian diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wangsalan Sindhenan
memiliki makna yang sangat mendalam, di mana setiap wangsalan mengandung ajaran
luhur untuk kehidupan bermasyarakat. Ajaran budi pekerti yang ditemukan
meliputi sikap menghormati orang yang lebih tua, rukun, tolong-menolong, taat
kepada Sang Pencipta, beribadah, berdoa, memiliki unggah-ungguh yang baik,
rendah hati (anoraga), waspada, pasrah, dan menerima keadaan apapun. Penelitian
ini juga menunjukkan bahwa Wangsalan Sindhenan dapat digunakan sebagai materi
pembelajaran bahasa Jawa Fase E pada elemen menyimak, sesuai dengan Capaian
Pembelajaran “Peserta didik mampu mengevaluasi danmengkreasi informasi berupa
gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari
menyimak berbagai jenis teks karya sastra (basa rinengga/lalongèt dan tembang
macapat/tembhâng macapat) dalam bentuk visual dan audio visual. Peserta didik
memahami dan mengidentifikasi ciri drama tradisional serta ragam bahasa dalam
komunikasi sehari-hari”.