Ully Mafsun Janatin Naim. V4323053. 2026. ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. N USIA 35 TAHUN DI PUSKESMAS SANGKRAH SURAKARTA. Program Studi D III Kebidanan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret.Ruang Lingkup: Asuhan kebidanan dengan pendekatan Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan yang diberikan selama masa antenatal, persalinan, nifas, neonatal, dan keluarga berencana sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Pelaksanaan: Asuhan antenatal diberikan melalui tiga kali kunjungan sesuai dengan standar pelayanan antenatal 12T. Hasil skrining menunjukkan skor Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) sebesar 14, yang mengklasifikasikan kehamilan sebagai kehamilan risiko tinggi karena obesitas, anemia ringan, usia ibu lanjut (≥35 tahun), dan riwayat abortus. Pada trimester ketiga ditemukan kehamilan postdate yang disertai dengan penurunan gerakan janin. Pada masa persalinan, persalinan dilakukan dengan operasi sesar (SC) pada usia kehamilan 41 minggu 5 hari karena hipoksia janin dan kalsifikasi plasenta derajat III. Pada masa neonatal, bayi baru lahir dirawat di unit perinatologi, dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) tidak dilakukan karena bayi memerlukan observasi. Asuhan masa nifas meliputi mobilisasi dini, perawatan luka operasi, edukasi menyusui, dan pemantauan anemia postpartum. Pada masa keluarga berencana, ibu memilih kondom sebagai metode kontrasepsi. Evaluasi: Ibu dan bayi tetap berada dalam kondisi baik tanpa komplikasi. Masa nifas berlangsung secara fisiologis, luka operasi sembuh dengan baik, proses menyusui berhasil, dan bayi menunjukkan pertumbuhan yang sesuai dengan usianya. Kesimpulan dan Saran: Asuhan kebidanan berkelanjutan memfasilitasi deteksi dini faktor risiko, mendukung penatalaksanaan klinis yang tepat, serta membantu mempertahankan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Tenaga kesehatan diharapkan terus mengoptimalkan pelayanan Continuity of Care melalui pemantauan berkelanjutan dan pendidikan kesehatan.