Cookies merupakan produk pangan yang umumnya dibuat menggunakan tepung terigu sehingga diperlukan pengembangan bahan baku alternatif berbasis pangan lokal. Tepung ubi kuning dan tepung kacang merah berpotensi digunakan dalam pembuatan cookies karena mengandung karbohidrat, protein, dan komponen gizi lainnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbandingan tepung ubi kuning dan tepung kacang merah terhadap karakteristik fisik, kimia, dan sensoris cookies serta menentukan formulasi yang paling disukai. Penelitian menggunakan lima formulasi dengan perbandingan tepung ubi kuning dan tepung kacang merah, yaitu F0 100:0, F1 90:10, F2 80:20, F3 70:30, dan F4 60:40. Karakteristik yang dianalisis meliputi daya patah, warna, kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, serta penerimaan sensoris terhadap tekstur, warna, aroma, rasa, dan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi tepung kacang merah menurunkan daya patah cookies dari 6.149,33 N pada F0 menjadi 3.089,00 N pada F4. Peningkatan tepung kacang merah juga menurunkan nilai L* dan karbohidrat, tetapi cenderung meningkatkan nilai a*, indeks pencokelatan, kadar air, lemak, dan protein. Kadar protein meningkat dari 3,00% pada F0 menjadi 6,11% pada F4, sedangkan karbohidrat menurun dari 61,49% menjadi 52,86%. Hasil uji sensoris menunjukkan bahwa penambahan tepung kacang merah tidak memberikan perbedaan nyata terhadap penerimaan tekstur dan warna, tetapi memengaruhi aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan. F3 dengan perbandingan tepung ubi kuning dan tepung kacang merah 70:30 memperoleh nilai numerik tertinggi pada tekstur sebesar 3,83, aroma 3,91, rasa 4,17, dan penerimaan keseluruhan 4,17.