Fenomena konten obscurity wajah yang dipraktikkan oleh kreator pria di Instagram menunjukkan bahwa daya tarik visual tidak selalu bergantung pada eksposur wajah secara langsung. Ketiadaan informasi wajah justru mengalihkan perhatian audiens kepada elemen-elemen visual lain yang membentuk persepsi daya tarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi daya tarik visual pada konten obscurity wajah kreator pria di Instagram serta menganalisis penerimaan audiens perempuan dalam memaknai elemen-elemen visual yang ditampilkan pada konten tersebut dalam membangun persepsi daya tarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika sosial Visual Grammar untuk menganalisis konstruksi elemen visual, yang diperkuat melalui analisis resepsi Stuart Hall untuk memetakan posisi penerimaan sekaligus mengidentifikasi pemaknaan audiens perempuan melalui proses decoding terhadap komentar pada kolom komentar. Objek penelitian adalah akun Instagram @cysgrides dengan enam sampel konten yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan maximum variation. Sumber data primer meliputi konten visual dan komentar audiens perempuan pada akun tersebut, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi daya tarik visual dibangun melalui keterpaduan anatomi tubuh, atribut visual, gaya berpakaian, komposisi visual, pencahayaan, aktivitas, serta elemen multimodal berupa musik latar dan takarir tanpa bergantung pada eksposur wajah. Sementara itu, mayoritas audiens perempuan berada pada posisi penerimaan dominan, dengan anatomi tubuh dimaknai sebagai elemen yang paling membentuk daya tarik, atribut visual dimaknai sebagai representasi identitas maskulin, serta aktivitas domestik dimaknai sebagai karakteristik pasangan ideal. Temuan tersebut menunjukkan bahwa persepsi daya tarik terbentuk melalui proses pemaknaan yang mengintegrasikan keseluruhan elemen visual, sehingga mendorong munculnya fantasi romantis pada sebagian audiens perempuan terhadap kreator.