Perkembangan
industri fashion etnik yang semakin
kompetitif mendorong UMKM untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana
pemasaran, namun UMKM Mamnich masih menghadapi tantangan berupa rendahnya
interaksi audiens, konsistensi unggahan yang belum optimal, serta keterbatasan
variasi konten di Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
strategi social media marketing yang
diterapkan UMKM Mamnich melalui Instagram serta mengidentifikasi kendala yang
dihadapi dalam pelaksanaannya di tengah persaingan industri fashion etnik. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada UMKM Mamnich.
Data diperoleh dari tiga informan, yaitu owner,
co-owner, dan tim media sosial,
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan
analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi social media marketing UMKM Mamnich
dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan konten berbasis tren dan
identitas wastra nusantara, implementasi melalui konten visual, interaksi
dengan audiens, diferensiasi produk, serta evaluasi berbasis insight Instagram dan engagement audiens
sebagai indikator perbaikan strategi. Kendala yang dihadapi meliputi
keterbatasan sumber daya manusia, konsistensi unggahan, kreativitas konten, dan
ketersediaan talent, sehingga efektivitas strategi masih terbatas meskipun
mampu memperluas jangkauan promosi UMKM Mamnich hingga ke luar wilayah Solo.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi social
media marketing yang terencana dan konsisten perlu didukung dengan penguatan
sumber daya manusia dan ketersediaan talent, sehingga dapat menjadi bahan
evaluasi serta acuan pengembangan strategi pemasaran digital bagi UMKM Mamnich
maupun pelaku usaha fashion etnik
lainnya.