Annisa Dewi Nurazizah. B0222007. 2026. Lanskap Linguistik
Nama Masjid di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Skripsi: Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh keberagaman penggunaan bahasa pada nama masjid di
Kabupaten Sleman. Namun, belum ditemukan regulasi daerah yang mengatur
penggunaan bahasa dalam penamaan tempat ibadah, sehingga penamaan masjid lebih
banyak bersifat bottom-up. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nama
masjid tidak hanya berfungsi sebagai penanda fisik, tetapi juga
merepresentasikan identitas religius, budaya lokal, dan pilihan bahasa
masyarakat dalam LL ruang publik keagamaan.Permasalahan yang
dibahas dalam penelitian ini adalah: (i) Bagaimana pola penamaan LL pada nama
masjid di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan bentuk
monolingual dan bilingual? dan (ii) Bagaimana fungsi LL pada nama masjid di
Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta?Tujuan penelitian
ini, yakni: (i) Mendeskripsikan pola penamaan LL pada nama masjid di Kabupaten
Sleman berdasarkan bentuk monolingual dan bilingual, dan (ii) Mendeskripsikan
fungsi LL pada nama masjid di Kabupaten Sleman.Data penelitian
ini berupa satuan lingual yang berwujud kata dan frasa pada nama-nama masjid di
Kecamatan Depok, Ngemplak, dan Pakem, Kabupaten Sleman yang terdapat pada
penanda visual berupa papan nama, dinding, batu, dan spanduk masjid di wilayah
penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah nama-nama masjid yang
terdapat di Kecamatan Depok, Ngemplak, dan Pakem, Kabupaten Sleman.Penelitian ini
merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode
observasi lapangan dengan teknik dokumentasi, catat, dan wawancara dengan
takmir atau pengurus masjid sebagai validitas data. Analisis aspek kebahasaan
menggunakan metode padan intralingual dengan teknik pilah unsur penentu (PUP)
dan teknik hubung banding menyamakan (HBS), sedangkan analisis fungsi LL
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan landasan teori Lanskap
Linguistik Landry dan Bourhis (1997). Hasil analisis disajikan menggunakan
metode informal.
Simpulan
penelitian ini adalah: (i) Pola penamaan LL pada nama masjid di Kecamatan
Depok, Kecamatan Ngemplak, dan Kecamatan Pakem didominasi oleh pola monolingual
sebanyak 43 data yang terdiri atas 31 data berbahasa Arab, 3 berbahasa
Indonesia, 7 berbahasa Jawa, dan 2 berbahasa Inggris, diikuti pola bilingual
sebanyak 9 data, terdiri atas 3 data Ind-Arb, 3 data Ind-Jwa, dan 3 data
Jwa-Arb, dan (ii) Fungsi LL pada nama masjid mencakup fungsi informasi sebagai
penanda identitas dan keberadaan masjid di ruang publik, serta fungsi simbolik
yang merepresentasikan nilai keagamaan, identitas lokal, dan orientasi budaya
masyarakat setempat.