Perkembangan aktivitas sosial, pendidikan, budaya, dan komunitas di
Kabupaten Nganjuk menunjukkan adanya kebutuhan terhadap fasilitas publik
yang mampu mewadahi berbagai kegiatan masyarakat dalam satu tempat.
Keberadaan komunitas literasi, seni, pendidikan, fotografi, dan komunitas kreatif
lainnya memerlukan ruang bersama yang dapat digunakan untuk belajar,
berdiskusi, berkarya, berkolaborasi, dan berekreasi. Namun, kegiatan tersebut
masih banyak berlangsung pada fasilitas yang terpisah atau ruang yang belum
dirancang secara khusus untuk mendukung aktivitas komunitas. Oleh karena itu,
perancangan ini bertujuan menghasilkan desain interior community center di
Kabupaten Nganjuk yang mampu mengakomodasi kegiatan masyarakat melalui
penerapan konsep green design. Metode perancangan meliputi studi literatur,
observasi lapangan, penyebaran kuesioner kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk,
serta analisis kebutuhan pengguna dan studi pembanding. Konsep green design
diterapkan melalui prinsip fleksibilitas, aksesibilitas, kenyamanan, dan ramah
lingkungan. Penerapannya diwujudkan melalui penataan ruang yang adaptif,
penggunaan furnitur fleksibel, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami,
penggunaan sistem pencahayaan hemat energi, integrasi vegetasi, serta pemilihan
material lokal dan berkelanjutanr. Hasil perancangan menghasilkan interior
community center yang mendukung kegiatan sosial, edukatif, kreatif, dan rekreatif
dengan suasana ruang yang nyaman, serta responsif terhadap lingkungan.
Perancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengembangan fasilitas
publik yang mendukung aktivitas komunitas sekaligus meningkatkan kesadaran
masyarakat terhadap penggunaan material lokal dan keberlanjutan.