Kemandirian
anak usia dini merupakan kemampuan anak dalam melakukan aktivitas, mengambil
keputusan, dan bertanggung jawab secara mandiri sesuai tahap perkembangannya.
Kemandirian pada anak usia dini penting karena dapat membantu anak menjadi
lebih percaya diri, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, serta memiliki
kemampuan sosial dan emosional yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi hubungan antara pola asuh grandparenting dengan kemandirian
anak usia 4-6 tahun di Desa Pringanom, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.
Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 35 responden menggunakan teknik
total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh kakek atau
nenek sebagai pengasuh anak. Instrumen penelitian dilakukan uji validitas dan
uji reliabilitas sebelum digunakan. Uji validitas dilakukan menggunakan metode
Pearson Product Moment. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa pada skala pola
asuh grandparenting terdapat 13 item valid dan 2 item tidak valid, yaitu nomor
3 dan 14, sedangkan pada skala kemandirian anak terdapat 18 item valid dan 3
item tidak valid, yaitu nomor 7, 19, dan 21. Uji reliabilitas dilakukan
menggunakan Alpha Cronbach yang menunjukkan bahwa kedua instrumen reliabel,
dengan skor reliabilitas pola asuh grandparenting sebesar 0,871 dan kemandirian
anak sebesar 0,803. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan SPSS 26, dan hasil
analisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Uji korelasi Pearson
Product Moment menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,070
(>0,05) dengan nilai Pearson Correlation sebesar 0,310, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara pola asuh grandparenting dengan kemandirian anak usia 4-6
tahun. Meskipun hubungan bersifat positif, kekuatan hubungan berada pada
kategori rendah, sehingga kemandirian anak dipengaruhi juga oleh faktor lain
seperti lingkungan sekolah, pengalaman sosial, karakteristik individu anak,
tingkat pendidikan pengasuh, dan kondisi sosial ekonomi keluarga.