Media sosial memiliki peran penting dalam mendukung penyebaran informasi dan
promosi layanan perpustakaan. Instagram sebagai platform dengan pengguna yang
terus meningkat di Indonesia, memiliki potensi besar bagi instansi pemerintah
untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan interaktif dibandingkan media
promosi konvensional. Namun, pemanfaatannya oleh instansi pemerintah tidak
selalu berjalan optimal, sehingga perlu dikaji sejauh mana pemanfaatannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan akun Instagram
@disperpusip_kotamagelang sebagai media promosi perpustakaan. Penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel
purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran
kuesioner kepada 98 responden melalui Google Form, serta dokumentasi. Analisis
data menggunakan nilai mean berdasarkan Teori 4C yang dikemukakan oleh Chris
Heuer, meliputi context, communication, collaboration, dan connection. Hasil
penelitian menunjukkan aspek context memperoleh nilai mean sebesar 3,29, yang
menunjukkan konten yang disajikan sudah cukup menarik, informatif, dan
komunikatif. Aspek communication memperoleh nilai mean tertinggi, yaitu 3,37,
yang menunjukkan interaksi antara pengelola dan pengikut telah berjalan meskipun
responsivitas masih perlu ditingkatkan. Aspek collaboration memperoleh nilai
mean terendah, yaitu 3,24, yang mengindikasikan partisipasi pengguna dalam
kegiatan kolaboratif masih belum optimal. Aspek connection memperoleh nilai
mean sebesar 3,27, yang menunjukkan hubungan dengan audiens sudah terjalin
cukup baik melalui keterlibatan pengguna. Secara keseluruhan, pemanfaatan
Instagram @disperpusip_kotamagelang sebagai media promosi perpustakaan
memperoleh nilai mean sebesar 3,29 dengan kategori baik, namun masih
memerlukan peningkatan pada aspek collaboration dan communication agar
pemanfaatannya dapat lebih optimal.