Penulis Utama : Muhammad Alexander Alafsana
NIM / NIP : D0222076

Komunikasi keluarga merupakan faktor fundamental dalam pembentukan konsep diri individu, terutama pada fase remaja akhir hingga dewasa awal. Mahasiswa rantau Universitas Sebelas Maret (UNS) berada dalam kondisi transisi yang menuntut kemandirian tinggi, namun tetap bergantung pada komunikasi keluarga sebagai fondasi psikologis. Melemahnya intensitas komunikasi keluarga akibat jarak geografis, kesibukan, maupun pola asuh yang kurang optimal berpotensi menghambat pembentukan konsep diri yang positif pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola komunikasi keluarga, intensitas komunikasi keluarga, dan kualitas komunikasi keluarga terhadap konsep diri mahasiswa rantau UNS, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini mengintegrasikan Family Communication Pattern Theory dari Koerner dan Fitzpatrick, Self Concept Theory dari Carl Rogers, serta konsep Komunikasi Interpersonal dari DeVito sebagai landasan konseptual untuk memahami proses pembentukan konsep diri melalui komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif UNS angkatan 2022–2025 yang berstatus rantau, dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih melalui teknik quota sampling proporsional berdasarkan fakultas. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 36,620 − 0,049 (X1) + 0,090 (X2) + 0,558 (X3). Secara parsial (uji t), pola komunikasi keluarga (Sig. = 0,808) dan intensitas komunikasi keluarga (Sig. = 0,326) tidak berpengaruh signifikan terhadap konsep diri mahasiswa, sedangkan kualitas komunikasi keluarga berpengaruh positif dan signifikan (koefisien = 0,558; Beta = 0,411; Sig. = 0,000). Secara simultan (uji F), ketiga variabel terbukti berpengaruh signifikan terhadap konsep diri mahasiswa (F = 8,803; Sig. = 0,000), dengan kontribusi sebesar 21,6% (R Square = 0,216), sedangkan 78,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas komunikasi keluarga merupakan faktor yang paling dominan dalam pembentukan konsep diri mahasiswa rantau, dibandingkan pola dan intensitas komunikasi semata.

×
Penulis Utama : Muhammad Alexander Alafsana
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0222076
Tahun : 2026
Judul : Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga, Intensitas Komunikasi Keluarga, dan Kualitas Komunikasi Keluarga Terhadap Konsep Diri Mahasiswa Rantau Universitas Sebelas Maret
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2026
Program Studi : S-1 Ilmu Komunikasi
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Pola Komunikasi Keluarga; Intensitas Komunikasi Keluarga; Kualitas Komunikasi Keluarga; Konsep Diri; Mahasiswa Rantau
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Novita Haryono, S.Sos., M.I.Kom.
Penguji : 1. Dr. Nora Nailul Amal, S.Sos., M.LMed.Hons
2. Dr. Likha Sari Anggreni S.Sos., M.Soc.Sc.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.