Taman Balekambang
merupakan salah satu taman kota bersejarah di Kota Surakarta yang telah
mengalami revitalisasi pada tahun 2022-2024 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Kota Surakarta. Revitalisasi
tersebut bertujuan mentransformasikan Taman Balekambang menjadi pusat
pariwisata, edukasi, dan seni budaya yang menggerakkan ekonomi lokal. Revitalisasi
ini memungkinkan adanya perubahan pada kualitas fisik taman, namun belum tentu
diikuti oleh terwujudnya fungsi taman kota secara optimal, sehingga berpotensi
menimbulkan kesenjangan antara kondisi fisik yang tersedia dengan fungsi taman yang
berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kualitas fisik
Taman Balekambang terhadap fungsi taman kota. Penelitian ini menggunakan
pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik gap analysis, yaitu
mengukur selisih antara skor kualitas fisik taman dan skor fungsi taman kota
yang diperoleh melalui observasi lapangan dan kuesioner kepada pengunjung
taman. Kualitas fisik taman diukur melalui tiga aspek, yaitu ketersediaan
fasilitas, vegetasi, dan aksesibilitas, sedangkan fungsi taman kota diukur
melalui empat dimensi, yaitu fungsi ekologis, sosial budaya, ekonomi, dan
estetika.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa skor kualitas fisik Taman Balekambang sebesar 3,50, sedangkan
skor fungsi taman sebesar 3,875. Hasil ini menunjukkan bahwa fungsi taman kota memiliki
skor lebih tinggi dibandingkan dengan kualitas fisik yang tersedia. Kondisi ini
menunjukkan bahwa keberjalanan fungsi taman kota tidak hanya ditentukan oleh
ketersediaan kualitas fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor pengelolaan,
karakteristik pengguna, dan konteks sosial budaya masyarakat setempat. Fungsi
ekologis, sosial budaya, dan estetika memperoleh gap positif, sedangkan
fungsi ekonomi memperoleh gap negatif sebesar −0,50 yang disebabkan oleh
kurangnya pengelolaan terhadap kualitas fisik yang tersedia. Penelitian ini
juga menemukan bahwa hasil revitalisasi Taman Balekambang belum sepenuhnya
memenuhi standar umum taman kota, tetapi sudah berhasil mewujudkan tujuan
spesifik revitalisasi sebagai pusat pariwisata, edukasi, dan seni budaya. Penelitian
ini merekomendasikan penguatan pengelolaan ruang ekonomi produktif, peningkatan
kualitas fisik pada aspek ekologis, serta pemerataan aksesibilitas bagi
penyandang disabilitas.