Museum Keris
Nusantara di Surakarta merupakan fasilitas publik yang berfungsi untuk
memperkenalkan dan melestarikan budaya keris, yang diresmikan oleh Presiden
Joko Widodo pada tahun 2017. Permasalahan dalam penelitian adalah untuk meninjau interior Museum Keris jika dilihat dari aspek inklusif
dan mengenai elemen aksesibilitas yang tersedia di Museum
Keris. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi,
menganalisis, dan merekomendasikan yang sesuai, mengenai bagaimana kondisi
interior Museum Keris jika ditinjau dari syarat-syarat desain inklusif.
Sehingga, dapat diakses oleh semua kalangan, terutama bagi pengunjung yang
memiliki kebutuhan khusus. Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data
melalui observasi langsung, studi pustaka, serta wawancara mendalam dengan
pemandu dan pengunjung dari penyandang disabilitas. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Museum Keris telah menyediakan fasilitas dasar seperti lift
dan jalur ramp, masih terdapat berbagai kekurangan dalam standar inklusivitas.
Temuan utama mencakup pintu utama yang masih manual, kurangnya pegangan ramp,
serta belum tersedianya ubin pemandu dan informasi dalam huruf Braille bagi
penyandang disabilitas netra. Selain itu, ukuran huruf pada label informasi
dinilai terlalu kecil, dan belum tersedia layanan petugas yang mampu
berkomunikasi bahasa isyarat. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini
merekomendasikan langkah-langkah revitalisasi yang mencakup otomatisasi pintu,
pemasangan ubin pemandu, pembaruan label informasi dengan font besar dan
Braille, penyediaan panduan audio digital, serta pembuatan replika keris untuk
memperkaya pengalaman sensorik bagi pengunjung disabilitas.