Pedagang Pasar Gede Hardjonagoro Surakarta, melakukan interaksi dan membangun relasi sosial di lingkungan pasar setiap hari untuk menjaga keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif pedagang Pasar Gede Hardjonagoro dalam mempertahankan relasi sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya relasi sosial dalam kehidupan di dalam pasar yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang membentuk solidaritas, kerjasama, dan kepercayaan antar pedagang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian berada di Pasar Gede Hardjonagoro Surakarta. Data diperoleh melalui wawancara mendalam. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi sosial antar pedagang terbentuk melalui interaksi yang berlangsung secara terus-menerus dalam aktivitas perdagangan sehari-hari. Hubungan tersebut tidak hanya didasarkan pada kepentingan ekonomi, tetapi juga berkembang menjadi hubungan kekeluargaan, solidaritas, gotong royong, dan saling membantu. Bentuk relasi sosial diwujudkan melalui kerja sama pemenuhan stok barang, saling menjaga kios atau lapak, membantu melayani pembeli, menjaga kebersihan pasar, berbagi informasi, serta membantu dalam berbagai urusan pribadi maupun usaha. Motif utama pedagang mempertahankan relasi sosial adalah untuk menjaga keberlangsungan usaha, memperoleh dukungan sosial, memperluas jaringan usaha, meningkatkan kepercayaan, serta menciptakan lingkungan pasar yang harmonis dan kondusif. Analisis menggunakan Relational Models Theory (RMT) Alan Fiske menunjukkan bahwa model Communal Sharing menjadi pola relasi yang paling dominan, didukung oleh praktik Equality Matching dan Market Pricing, sedangkan Authority Ranking terlihat namun kurang mendominasi.