Sambiloto merupakan salah satu tanaman obat unggulan di Indonesia yang memiliki berbagai khasiat seperti meningkatkan fungsi sistem imun tubuh, antiinflamasi, dan antidiare. Naiknya kebutuhan akan tanaman obat menyebabkan permintaannya semakin meningkat, sehingga diperlukan budidaya tepat guna untuk mencegah kepunahan sambiloto di masa mendatang. Jenis pupuk dan cara aplikasi merupakan faktor penting untuk mendukung produksi sambiloto, selain faktor dosis dan waktu pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap kombinasi macam pupuk organik cair dan cara aplikasi yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman sambiloto sehingga didapatkan hasil yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di Gedung C Lantai 3, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) selama empat bulan, yaitu pada bulan November 2021 sampai Februari 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan rancangan perlakuan faktorial dengan 2 faktor yaitu jenis POC meliputi kontrol, POC A, POC B, dan POC C; dan cara aplikasi meliputi cara kocor dan cara semprot. Berdasarkan kedua faktor perlakuan tersebut, maka diperoleh 8 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 40 satuan percobaan. Analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) taraf 5?n apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi jenis POC B dan cara aplikasi kocor berpengaruh nyata pada hampir semua parameter yang diteliti namun tidak berpengaruh nyata pada parameter luas daun tanaman. Parameter tersebut antara lain tinggi tanaman (58,15 cm), jumlah daun (363,70), bobot segar daun (12,04 g), bobot segar batang (20,36 g), bobot segar akar (9,62 g), bobot kering daun (5,92 g), bobot kering batang (11,21 g), dan bobot kering akar (5,35 g).