Tanaman jati belanda (Guazuma ulmifolia L.) merupakan tanaman herbal di Indonesia yang memiliki aktivitas antioksidan kuat karena kandungan metabolit sekunder utamanya senyawa fenolik dan flavonoid. Potensi tanaman jati belanda banyak dimanfaatkan oleh industri dan usaha kecil obat tradisional (UKOT) untuk dibuat menjadi ekstrak kering sebelum diolah menjadi sediaan obat tradisional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar fenolik total, kadar flavonoid total, serta aktivitas antioksidan dari produk ekstrak kering jati belanda yang tersedia secara komersil di pasaran. Produk yang diteliti berupa ekstrak air jati belanda dengan bahan pengisi amilum 97,85?n ekstrak etanol 50% jati belanda dengan bahan pengisi maltodekstrin 10%. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif di laboratorium. Tiap ekstrak dilakukan pengujian kadar fenolik total, kadar flavonoid total, serta aktivitas antioksidan menggunakan metode 2,2-diphenyl-1picrylhydrazil (DPPH) dan 2,2-azinobis-3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid (ABTS). Hasil kadar fenolik total dan flavonoid total dari ekstrak air jati belanda dengan bahan pengisi amilum yaitu 6,554±0,02 GAE mg/g dan 0,817±0,02 QE mg/g sedangkan ekstrak etanol 50% jati belanda dengan bahan pengisi maltodekstrin yaitu 70,087±0,25 GAE mg/g dan 11,249±0,001 QE mg/g. Perbedaan kandungan fenolik dan flavonoid total ini menyebabkan perbedaan aktivitas antioksidan yang ditinjau dari nilai IC50 dimana aktivitas antioksidan ekstrak air dengan bahan pengisi amilum lebih rendah dibandingkan ekstrak etanol 50?ngan bahan pengisi maltodekstrin. Nilai IC50 ekstrak air jati belanda dengan pengisi amilum sebesar 19.821,44 µg/ml (DPPH) dan 12.014,74 µg/ml (ABTS) sedangkan hasil ekstrak etanol 50% jati belanda dengan pengisi maltodekstrin sebesar 381,181 µg/ml (DPPH) dan 308,116 µg/ml (ABTS). Informasi ini sangat bermanfaat bagi mitra industri untuk mempertimbangkan persentase dan alternatif bahan pengisi yang dapat digunakan dalam formulasi ekstrak kering.