Penyandang
disabilitas merupakan seseorang yang memiliki keterbatasan fisik dan/atau
pikiran. Bagi sebagian masyarakat, para penyandang disabilitas dianggap sebagai
orang yang pasif dan tidak seperti orang normal pada umumnya. Oleh karena itu,
penyandang disabilitas seringkali mendapat perlakuan diskriminatif dan
dipandang sebelah mata di lingkungan sekitarnya. Memiliki keterbatasan bukan
menjadi penghalang seseorang untuk berkembang menjadi versi yang lebih baik.
Beberapa penyandang disabilitas membuktikan bahwa dirinya mampu berkarya dan
sukses.Berangkat dari isu tersebut, penulis dan tim
ingin mematahkan stigma dengan mengemas film dokumenter tentang prestasi dari
penyandang disabilitas Indonesia, salah satunya pada bidang olahraga. Film
dokumenter “Tak Terbatas” mengangkat kisah atlet disabilitas hebat kebanggaan
Indonesia, yaitu Jendi Pangabean, Supriadi, dan Fajar Pambudi. Melalui sosok
Jendi Pangabean, Supriadi, dan Fajar Pambudi, diharapkan dapat
merepresentasikan perjuangan seseorang yang meski memiliki keterbatasan, namun juga
memiliki tekad untuk tetap berkarya dan berprestasi.Dalam penciptaan karya film
dokumenter, penulis selaku Director of
Photography dan Camera Person
memiliki peran penting dalam proses praproduksi hingga pascaproduksi. Dimulai
dengan tahap praproduksi, penulis mempersiapkan kebutuhan produksi seperti
riset, penyusunan panduan, melakukan recce,
serta menentukan peralatan produksi yang akan digunakan. Pada tahap produksi,
penulis melakukan aktivitas pengambilan gambar wawancara dan footage pendukung yang diawali dengan
pengecekan kelengkapan alat, pengaturan kamera, pengaturan cahaya dan pengambilan suara. Pada
pasca produksi, penulis membantu editor
dalam memeriksa hasil footage yang
akan digunakan. Tentunya dalam penciptaan karya, penulis tidak dapat bekerja
sendiri dan perlu menjalin komunikasi serta kerja sama dengan rekan tim.