Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung akibat infeksi dan
iritasi yang dimana dapat terjadi kerusakan pada lambung oleh proses peremasan
(gerak peristaltik) apabila terjadi secara terus-menerus sehingga mengakibatkan
inflamasi. Penyebab gastritis bisa terjadi karena adanya infeksi bakteri
Helicobacter pylori, penggunaan NSAID, dan faktor lainnya (pola makan tidak
teratur, mengonsumsi alkohol, merokok, serta stres). Penggunaan obat yang
rasional berarti pemberian obat yang sesuai dengan kondisi klinis pasien, dosis yang
sesuai untuk pasien, waktu yang dibutuhkan, serta biaya yang wajar untuk
dikeluarkan pasien.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan dan
rasionalitas penggunaan obat pada pasien gastritis di Puskesmas Mojogedang I
berdasarkan metode ketepatan dengan indikator tepat indikasi, tepat obat, tepat
dosis, dan tepat pasien.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan data
menggunakan metode retrospektif terhadap resep dan rekam medis dari pasien
gastritis di Puskemsas Mojogedang I periode Maret – Mei tahun 2023. Data yang
didapatkan kemudian dikumpulkan, ditabulasikan, dan diinterpretasikan dalam
bentuk tabel dan diagram.
Hasil penelitian ini didapatkan bahwa persepan obat pada pasien gastritis
yaitu menggunnakan ranitidin sebanyak 27 pasien (29%), antasida sebanyak 21
pasien (22%), omeprazole sebanyak 21 pasien (22%), kombinasi obat antasida
dengan ranitidin sebanyak 17 pasien (18%), antasida dengan omeprazole sebanyak
7 pasien (8%), dan ranitidin dengan omeprazole sebanyak 1 pasien (1%).
Kerasionalan terapi pada pasien gastritis didapatkan hasil tepat indikasi 100%, tepat
obat 74%, tepat dosis 49%, dan tepat pasien 100?rdasarkan pedoman Panduan
Praktik Klinis (PPK) Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat
Pertama (FKTP) tahun 2022.