STUDI PENGGUNAAN OBAT RASIONAL DITINJAU DARI INDIKATOR PERESEPAN DI PUSKESMAS MOJOGEDANG I PERIODE MARET-MEI TAHUN 2023HAPSARI DUANDA PUTRIProdi D3 Farmasi, Sekolah VokasiUniversitas Sebelas MaretINTISARIPenggunaan obat yang rasional terutama dilihat dari tiga indikator yaitu peresepan, pelayanan pasien, dan fasilitas. Terdapat indikator peresepan berupa POR pada puskesmas yang digunakan sebagai indikator kinerja POR nasional yaitu persentase antibiotik pada ISPA non pneumonia, persentase antibiotik pada diare non spesifik, persentase injeksi pada myalgia dan rerata jumlah item per lembar resep. Tujuannya untuk mengetahui persentase penggunaan antibiotik pada pasien dengan diagnosa ISPA non pneumonia dan Diare non spesifik. Serta persentase penggunaan injeksi pada pasien dengan diagnosa myalgia dan rerata item obat per resep pasien di Puskesmas Mojogedang I periode maret-mei tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan metode retrospektif dengan pengumpulan sampel data sekunder dengan mengobservasi data rekam medis pasien ISPA non pneumonia, diare non spesifik dan myalgia. Selanjutnya dilakukan analisis dengan cara data yang dipilih diolah dengan pengolahan data univariat dan dimasukkan ke dalam software Microsoft excel. Dalam hal ini format tabel memuat tanggal resep, nomor, nama pasien, usia, jumlah item obat, antibiotik/injeksi, nama obat, jumlah obat, dosis dan lama pemakaian. Hasil yang diperoleh adalah persentase Penggunaan antibiotik untuk ISPA non pneumonia sebesar (18,30%), sedangkan untuk diare non spesifik sebesar (7,69%). Penggunaan injeksi untuk myalgia sebesar (0%). Hasil rata-rata item per lembar resep sebesar 2,24 item. Penelitian ini menunjukkan bahwa peresepan obat di Puskesmas Mojogedang 1 pada periode Maret-Mei 2023 sudah sesuai dengan standar Kemenkes RI.