Radikal bebas merupakan molekul yang bersifat tidak stabil dan reaktif sehingga dapat mengancam kesehatan manusia. Sebagai penangkalnya, tubuh memerlukan antioksidan dari luar yang berupa antioksidan alami dari tumbuhan. Rimpang temu ireng diketahui mengandung senyawa kurkumin sebagai aktivitas antioksidan sehingga dapat menghambat pertumbuhan penyakit akibat radikal bebas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan krim ekstrak etanol rimpang temu ireng dengan variasi zat aktif (5%, 10%, dan 15%) yang stabil dalam aktivitas antioksidannya.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Tahap yang dilakukan adalah ekstraksi rimpang temu ireng dengan metode maserasi, uji fitokimia, pembuatan SNEDDS, dan pembuatan krim. Pengujian sifat fisika kimia sediaan krim terdiri atas uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, uji tipe krim, dan uji viskositas. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH secara spektrofotometri UV-Vis. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas dan homogenitas sebagai uji prasyarat kemudian dilanjutkan One Way ANOVA dan paired sample T-test untuk membandingkan nilai sebab akibat antar variabel.Hasil penelitian pembuatan sediaan krim nanoemulsi ekstrak etanol temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) terbukti mempengaruhi sifat fisika kimia sediaan, seperti nilai pH, viskositas, dan daya lekat sediaan. Secara in vitro, krim nanoemulsi ekstrak rimpang temu ireng memberikan pengaruh aktivitas antioksidan yang didapatkan hasil nilai IC50 F1 sebesar 99.352 ppm, F2 sebesar 99.202 ppm, F3 sebesar 82.22 ppm, dan F4 sebesar 123.273 ppm. Semakin tinggi konsentrasi SNEDDS ekstrak rimpang temu ireng (Curcuma aeruginosa R.) maka semakin rendah nilai IC50 sehingga aktivitas antioksidan semakin baik.