Komunikasi dalam proses alih teknologi dapat membantu memastikan bahwa hasil penelitian mencapai audiens yang relevan dan diterapkan dalam praktik industri. Salah satunya teknologi kemasan kaleng dari Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan yang diterapkan pada gudeg Bu Tjitro milik CV Buana Citra Sentosa. Dalam penelitian menyoroti dialektika relasional selama komunikasi dalam proses alih teknologi. Muncul kontradiksi baik berupa ketegangan, konflik atau perbedaan argumen yang terjadi selama proses alih teknologi. Namun disisi lain, ada kebutuhan dan hasrat akan tujuan bersama. Pihak yang terlibat harus dapat mempertahankan keberlanjutan hubungan, melewati ketegangan, mengatasi konflik dan menyelesaikan kontradiksi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa proses alih teknologi menggunakan mekanisme insight teknologi melalui beberapa tahapan yaitu: penyampaian ide dan gagasan, prariset (identifikasi), riset (matching teknologi) dan produksi (matching produksi). Ditemukan adanya perbedaan argumen dan kontrakdiksi yang terjadi sebagai konsekuensi kelanjutan hubungan. Kolaborasi dan penyesuaian menjadi kontrol untuk mempertahankan hubungan diatas identitas masing-masing pihak. Faktor pendukung dalam alih teknologi adalah komunikasi dan kolaborasi, adaptasi dan perubahan, dan dialog terus menerus untuk pertukaran informasi, penyesuaian dan hubungan berkelanjutan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah adanya perbedaan argumen dan kontradiksi serta komunikasi yang tidak terbuka dan transparan.