Perubahan pola berwisata dari kota ke desa yang semakin populer membawa
ancaman berupa degradasi lingkungan. Desa Wisata Tinalah memiliki potensi yang
tinggi pada sektor pariwisata alam karena sebagian besar kawasannya merupakan
bentang lahan pegunungan, persawahan, dan aliran sungai Tinalah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting, daya dukung lingkungan wisata, dan
indeks status keberlanjutan Desa Wisata Tinalah. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif kuantitatif dengan cara menggali data di lapangan, wisatawan, dan
keterangan pihak pengelola. Kondisi eksisting dianalisis dengan perhitungan likert,
daya dukung lingkungan wisata dianalisis menggunakan metode Cifuentes, dan status
keberlanjutan dianalisis menggunakan metode multidimensional scalling Rap
Tourism. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum unsur-unsur dari 4 elemen
kondisi eksisting yang diteliti mendapatkan penilaian positif sebesar 76,32?ri 81
responden sehingga Desa Wisata Tinalah telah memenuhi indikator komponen
penawaran pariwisata. Akan tetapi ditemukan adanya 1 unsur yang mendapatkan
penilaian cukup rendah, yaitu unsur destinasi ramah disabilitas pada elemen
aksesibilitas. Nilai daya dukung lingkungan Desa Wisata Tinalah sebesar 29
wisatawan yang artinya belum terlampaui dan masih dapat dikembangkan. Sementara
itu nilai keberlanjutan 6 dimensi pengelolaan Desa Wisata Tinalah berada pada rentang
indeks 51%-100% yang menunjukan status cukup berkelanjutan hingga sangat
berkelanjutan. Secara multidimensi nilai indeks keberlanjutan pengelolaan Desa
Wisata Tinalah saat ini sebesar 71,4% sehingga termasuk ke dalam kategori cukup
berkelanjutan.