Membran
elektrolit polimer padat perlu memiliki konduktivitas ion yang tinggi serta
ketahanan termal yang unggul guna menjamin efisiensi dan stabilitas operasional
di berbagai kondisi. SPE menawarkan keunggulan seperti sifatnya yang tidak
menguap, kekuatan mekanik, dan konduktivitas ion yang lebih baik dibandingkan
elektrolit cair. Penelitian ini mengembangkan membran elektrolit polimer padat
yang berbasis PVDF dengan Karboksilmetil Selulosa Teroksidasi (OCMC) dengan
modifikasi (3-Aminopropyl)triethoxysilane (APTES) dan garam litium
asetat (LiCH3COO) bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan
efisiensi elektrolit polimer. Membran dipreparasi menggunakan metode casting
solution dengan variasi persentase berat OCMC-APTES 0%, 0,1%, 0,2%, 0,3%,
0,4% (b/b). Membran dikarakterisasi dengan analisis gugus fungsi dilakukan
dengan ATR, analisis konduktivitas ion dengan EIS, analisis kristalinitas XRD, analisis termal dengan TGA
DSC, analisis mekanik dengan Tensile Strength (TS), dan analisis morfologi
dengan SEM. Penambahan OCMC-APTES
memberikan efek signifikan dalam meningkatkan interaksi antara polimer dan
garam litium, yang berkontribusi pada peningkatan konduktivitas ionik serta
ketahanan mekanik membran. Kompleksasi LiCH3COO
ke dalam membran OCMC-APTES pada variasi optimum PVDF/OCMC-APTES/LiCH3COO
0,3% b/b dapat meningkatkan konduktivitas ion sebesar 1,12
x 10-3 S.cm, meningkatkan sifat termal hingga suhu 447 oC,
mengurangi derajat kristalinitas hingga 44,9% serta meningkatkan kekuatan
mekanik dengan menurunkan kuat tarik hingga 4,7 Mpa dan elongation 173%.
Berdasarkan hasil penelitian membran PVDF/OCMC-APTES/LiCH3COO
berpotensi sebagai elektrolit polimer untuk diaplikasikan dalam baterai ion
litium.