Latar Belakang : Masa
remaja, yang berlangsung antara usia 10 hingga 18 tahun, merupakan periode
penting di mana perubahan fisik dan pertumbuhan terjadi dengan cepat. Remaja
rentan terhadap masalah gizi, termasuk kekurangan gizi dan obesitas, dengan
prevalensi gizi kurang di Indonesia mencapai 8,1?n gizi lebih 13,5%.
Pengetahuan gizi memengaruhi pilihan makanan sehingga berpengaruh pada status
gizi, konsumsi junk food yang tinggi dapat berdampak negatif pada status
gizi, aktivitas fisik juga berperan penting dalam menjaga kesehatan remaja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, frekuensi
konsumsi junk food, dan aktivitas fisik terhadap status gizi siswa SMA
sederajat.
Metode : Penelitian ini
menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional.
Penelitian menggunakan data primer siswa/i SMA Sederajat di Surakarta pada
Juli-Agustus 2024 sebanyak 90 responden. Penetapan subjek penelitian
berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan cara purposive sampling.
Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan variabel pengetahuan
gizi, aktivitas fisik, frekuensi konsumsi junk food, dan status gizi.
Sedangkan, analisis multivariat dilakukan dengan analisis regresi logistik
multinominal.
Hasil : Hasil uji bivariat
antara pengetahuan gizi dengan status gizi didapatkan nilai p = 0,018 menunjukkan
hubungan yang bermakna. Frekuensi konsumsi junk food dengan status gizi memiliki
nilai p = 0,107 menunjukkan hubungan yang tidak bermakna. aktivitas fisik
dengan status gizi didapatkan nilai p= 0,333 yang artinya tidak terdapat
hubungan yang bermakna.
Simpulan : Terdapat
hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi dengan status gizi pada siswa
tingkat SMA sederajat di Surakarta, sedangkan tidak didapatkan adanya hubungan
yang bermakna antara frekuensi konsumsi junk food dan aktivitas fisik
gizi dengan status gizi pada siswa tingkat SMA sederajat di Surakarta.