Kampung lele merupakan
julukan untuk sebuah dukuh di Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten
Boyolali, Jawa Tengah yaitu Dukuh Mangkubumen. Awal mula Kampung Lele
diprakarsai oleh seorang petani Desa Tegalrejo yaitu Bapak Sriyono pada tahun
1990 bermula dari pekarangan rumah yang dijadikan sebagai kolam pembesaran
budidaya lele. Tahun 1993 masyarakat Desa Tegalrejo mulai mengikuti jejak Bapak
Sriyono untuk membudidayakan ikan lele. Kemudian, pada tahun 1998 usaha
pembesaran lele semakin berkembang dibudidayakan masyarakat Desa Tegalrejo.
Warga beralih dari bercocok tanam menjadi budidaya ikan lele. Kini sudah hampir
tidak ada petani padi di Tegalrejo karena banyak yang beralih menjadi petani
lele.Penelitian yang dilakukan di
Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali ini bertujuan untuk
menganalisis karakteristik petani, menganalisis tahap keputusan petani, dan menganalisis
faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani padi yang beralih menjadi
petani lele. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan
wawancara menggunakan alat bantu kuesioner dan teknik analisis hasil dengan
metode analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik petani lele mayoritas berjenis kelamin laki-laki, mayoritas
berada pada masa lansia awal (46-55 tahun), luas lahan mayoritas masuk kategori
rendah, pendapatan petani padi meningkat setelah beralih menjadi petani lele, pendidikan
formal mayoritas yaitu SMP/sederajat, pendidikan nonformal petani mayoritas
masuk kategori rendah, mayoritas petani memiliki tingkat pengalaman yang sangat
tinggi, lingkungan ekonomi sebagian besar berada pada kategori tinggi, lingkungan
sosial mayoritas berada pada kategori rendah; (2) Proses pengambilan keputusan
petani padi beralih menjadi petani lele terdiri atas 4 tahapan yaitu
pengenalan, persuasi, keputusan, dan
konfirmasi yang sebagian besar berada pada kategori baik; (3) variabel luas lahan, pendidikan
nonformal, pengalaman, lingkungan ekonomi, dan lingkungan sosial memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap keputusan petani sedangkan variabel usia,
pendapatan, dan pendidikan formal tidak memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap terhadap keputusan petani padi beralih menjadi petani lele di Desa
Tegalrejo.