Julia Dwi
Puspita. K7121142. Pembimbing: Dr.
Rokhmaniyah, M. Pd. ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA MATERI
PECAHAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 JATISARI TAHUN AJARAN 2024/2025. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas
Maret Surakarta. Maret. 2025.Penelitian ini
bertujuan untuk: (1) menganalisis
jenis-jenis kesalahan siswa kelas V dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan; (2) menganalisis jenis kesalahan yang paling dominan dilakukan
siswa; (3) mendeskripsikan
faktor-faktor penyebab kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan; dan (4) menguraikan alternatif solusi
memperbaiki kesalahan menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan.Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus dengan subjek guru dan siswa
kelas V SD Negeri 2 Jatisari yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data yang
digunakan meliputi observasi, tes, wawancara, dan FGD. Teknik analisis
data pada penelitian ini yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data,
dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, jenis kesalahan dalam menyelesaikan
soal cerita materi pecahan yaitu: reading error= 5,4%, comprehension
error= 7,9%, transformation error= 4,4%, process skill error=
10%, dan encoding error= 13,1%. Kedua, kesalahan paling dominan yaitu encoding
error. Ketiga, faktor penyebab kesalahan siswa terdapat faktor internal dan
faktor eksternal. Faktor internal yaitu: (1) siswa kurang teliti membaca soal,
(2) siswa bingung menulis aspek diketahui dan ditanya, (3) siswa bingung
menentukan rumus, (4) kesulitan menghitung, dan (5) siswa belum paham cara
menulis jawaban akhir. Sedangkan faktor eksternal yaitu: (1) guru kurang
menekankan siswa untuk teliti membaca soal, (2) guru kurang menegaskan cara menulis
aspek diketahui dan ditanya, (3) guru kurang menekankan cara menentukan rumus,
(4) kurangnya metode, media, dan latihan menghitung, dan (5) guru kurang menegaskan
menulis jawaban akhir. Keempat, alternatif solusi untuk siswa yaitu: (a) teliti
dalam membaca soal, (b) belajar menentukan aspek diketahui dan ditanya, (c) belajar
operasi hitung pecahan, (d) teliti dalam menghitung, dan (e) latihan menulis
jawaban akhir. Alternatif solusi guru yaitu: (a) mengingatkan siswa teliti membaca
soal, (b) menjelaskan aspek diketahui dan ditanya, (c) menekankan cara menentukan
rumus, (d) variasi metode, media, dan memberikan latihan menghitung, (e)
menegaskan siswa menuliskan jawaban akhir. Selain itu, peran orang tua siswa
sangat penting dengan memberi dukungan di lingkungan keluarga.
Simpulan penelitian ini yaitu terdapat 5 jenis
kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan, yaitu: reading
error, comprehension error, transformation error, process skill error, dan
encoding error. Jenis kesalahan paling dominan dilakukan siswa yaitu encoding
error. Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan dibagi menjadi dua yaitu,
faktor internal dan faktor eksternal. Alternatif solusi yang dapat dilakukan
ada tiga yaitu, alternatif solusi untuk siswa, guru, dan orang tua siswa.