Pemanis
alami seperti gula aren semakin populer dalam industri makanan dan minuman
sebagai alternatif yang lebih sehat dibandingkan gula rafinasi. Meskipun
demikian, pengaruh pemanis gula aren terhadap stabilitas produk perlu dipahami
dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi umur simpan minuman
cokelat yang menggunakan pemanis gula aren dengan menerapkan metode Arrhenius yang melibatkan analisis
parameter kinetika, seperti suhu dan energi aktivasi produk
minuman serbuk cokelat dengan pemanis gula aren. Pengujian dilakukan pada 3 variasi suhu penyimpanan,
yaitu pada suhu 35°C, 45°C, dan 55°C untuk mengidentifikasi kondisi yang optimal dalam
memperpanjang umur simpan minuman cokelat. Pada penelitian ini
digunakan komposisi gula aren dan cokelat bubuk dengan rasio 1:1. Rasio
tersebut dipilih setelah sebelumnya dilakukan uji kesukaan terhadap 3 rasio dry
mixing minuman cokelat serbuk. Rasio lain yang diujikan yaitu gula aren 0,5 : 1
cokelat bubuk, dan gula aren 1,5 : 1 cokelat bubuk. Uji kesukaan menghasilkan
penerimaan panelis yang tinggi terhadap produk dengan rasio dry mixing 1:1. Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan, terjadi penurunan terhadap fenol, serta
kenaikan pada % kadar air dan nilai TBA yang dihasilkan. Selain itu, output
dari hasil penelitian yang dilakukan adalah perkiraan umur simpan dari produk
minuman cokelat yang dihitung dari parameter warna dan aroma. Berdasarkan kedua
parameter yang kemudian dihitung persamaannya, dihasilkan umur simpan
berdasarkan parameter aroma yaitu selama 38 hari atau 5,5 minggu, sedangkan
pada parameter aroma diperoleh umur simpan selama 50 hari atau 7,1 minggu.