PERTUMBUHAN DAN DAYA HASIL BEBERAPA GENOTIPEBAWANG PUTIH DI TAWANGMANGU, JAWA TENGAH. Skripsi: ShaffanBurhan (H0716108). Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Nandariyah, M.S., Dr. Ir. Parjanto,M.P.. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret(UNS) Surakarta.Bawang putih (Allium sativum) merupakan komoditas hortikultura yangsangat penting digunakan sebagai pelengkap bumbu masak. Kebutuhan bawangputih di Indonesia semakin meningkat sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk.Peningkatan kebutuhan bawang putih belum diikuti dengan peningkatan produksibawang putih dalam negeri. Penelitian dilakukan terhadap beberapa genotipebawang putih guna untuk mengetahui pertumbuhan dan daya hasil dari masingmasing genotipe. Mengetahui tingkat pertumbuhan dan daya hasil akan membantudalam mempersiapkan genotipe bawang putih yang akan dipasarkan guna untukmenekan tingkat impor bawang putih dari luar negeri. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pertumbuhan dan daya hasil beberapa genotipe bawang putih yangberasal dari balai hortikultura Semarang.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Agustus 2019, di DusunPancot, Desa Kalisoro RT 05/ RW 01, Kecamatan Tawangmangu, KabupatenKaranganyar. Penelitian ini dilakukan menggunakan Purposive Sampling denganfaktor genotipe bawang putih. Faktor genotipe bawang putih terdiri dari 12 genotipebawang putih baru yang belum diedarkan di masyarakat dan 2 vaietas bawang putihyang telah beredar di masyarakat. Pengamatan dilakukan terhadap variabelpertumbuhan dan hasil yang dilaksanakan secara periodik tiap minggu, saat fasevegetatif maksimum, dan saat setelah panen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Genotipe 60 memiliki hasil palingtinggi dilihat dari variabel tinggi tanaman, berat umbi total, dan berat umbi pokoktanaman. Produksi tanaman bawang putih jika dikonversikan pada ton per ha disuatu lahan memiliki produksi paling tinggi pada Genotipe 60 sebanyak 7,44 ton/hasedangkan terendah pada kode Genotipe 37 sebanyak 1,75 ton/ha