Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menjelaskan
visualisasi yang terkandung dalam logo usaha batik Puspa Kencana di Kampung
Batik Laweyan Surakarta (2) Menginterpretasikan makna yang terkandung pada logo
usaha batik Puspa Kencana di Kampung Batik Laweyan Surakarta melalui analisis
semiotika Roland Barthes (3) Mengetahui persepsi pengguna terhadap logo Batik
Puspa Kencana sebagai bagian dari branding. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Sumber
data penelitian ini meliputi informan (ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik
Laweyan, pemilik dan konsumen Batik Puspa Kencana). Pengumpulan
data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Teknik
uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan Teknik.
Analisis data menggunakan rujukan elemen visual pembentuk logo dari buku
mendesain logo oleh Surianto Rustan, semiotika Roland Barthes untuk
menginterpretasikan makna, dan frame of references oleh Van der Walt
untuk mengetahui persepsi konsumen. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai
berikut, Pertama, logo Batik Puspa Kencana memiliki gaya vintage
yang popular pada tahun 70-an. Secara visual, logo ini mengomunikasikan
identitas dari sebuah brand batik dengan baik namun logo puspa kencana
sudah tidak relevan dengan tren desain masa kini karena pergeseran tren desain
yang cepat. Kedua, elemen visual pada logo ini mengandung makna
denotatif dan konotatif, makna konotatif dari tanda yang dimetaforakan melalui
makna denotatif. Ketiga, menurut persepsi konsumen logo Batik Puspa
Kencana sudah mencerminkan usaha batik yang otentik namun logo ini memerlukan
sentuhan modern.