Latar Belakang: Tingginya risiko kecelakaan
kerja di kalangan perawat rumah sakit sebagian besar (88%) disebabkan oleh
tindakan tidak aman (unsafe action) yang dipicu oleh minimnya
pengetahuan perawat tentang keselamatan kerja. Untuk mengatasi ini,
perkembangan teknologi menawarkan alternatif yang inovatif melalui media
edukasi berbasis website. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pemberian website edukasi safetytion terhadap
pengetahuan dan perilaku unsafe action pada perawat di RSU Jati Husada
Karanganyar. Metode: Penelitian
ini menggunakan metode Quasi Experimental dengan rancangan Non-Equivalent
Control Group Design. Sebanyak 44 perawat di RSU Jati Husada Karanganyar
menjadi populasi dan sampel penelitian melalui teknik total sampling. Responden
penelitian terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol. Kelompok eksperimen akan diberikan intervensi berupa website edukasi
safetytion sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Data
mengenai pengetahuan dan perilaku unsafe action dikumpulkan melalui
kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test
dan Independent Sample T-Test. Hasil: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pemberian website edukasi safetytion dapat
meningkatkan pengetahuan perawat dengan p=<0,001 dan
mengubah perilaku unsafe action perawat dengan p=0,001.
Sedangkan, pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan
signifikan pada pengetahuan dengan p=0,605
maupun perilaku unsafe action dengan p=0,134. Terdapat pengaruh
pada hasil post-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sesudah
pemberian website edukasi safetytion, baik pengetahuan dengan p=<0,001 maupun
perilaku unsafe action dengan p=0,011. Simpulan:
Terdapat
pengaruh pemberian website edukasi safetytion terhadap
pengetahuan dan perilaku unsafe action pada perawat di RSU Jati Husada
Karanganyar.