Indonesia dikenal sebagai live laboratory karena hutan-hutannya menjadi rumah bagi sekitar 30.000 spesies tumbuhan, di mana sekitar 9.600 di antaranya adalah tumbuhan obat. Secara empiris manfaat obat-obat alami yang berasal dari bahan baku tumbuhan telah terbukti manfaatnya sehingga mendorong masyarakat untuk melestarikannya. Upaya masyarakat dalam mempertahankan tumbuhan obat dapat berupa pembudidayaan di hutan rakyat, baik di pekarangan rumah maupun di lahan milik rakyat lainnya. Penggunaan tumbuhan obat oleh masyarakat menunjukkan adanya hubungan antara manusia dan tumbuhan, yang biasa disebut dengan istilah etnobotani. Hubungan ini dapat menunjukkan bagaimana masyarakat Desa Pucung memanfaatkan tumbuhan obat, upaya dan status konservasi spesies tanaman obat yang ditemukan, serta persepsi masyarakat terhadap tumbuhan obat dan keberlanjutan pengetahuan lokal tentang penggunaan tumbuhan obat untuk generasi mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan penggunaan tumbuhan obat serta bagaimana masyarakat lokal melestarikan dan meneruskan informasi tentang penggunaan tanaman obat kepada generasi mendatang di Desa Pucung. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah sampling purposif dan sampling snowball. Berdasarkan teknik ini, diperoleh 18 informan. Berdasarkan hasil wawancara, terdapat 56 jenis tumbuhan dari 30 famili, dengan kunyit (100%) sebagai tumbuhan yang paling sering digunakan. Bagian tumbuhan dengan persentase tertinggi adalah daun (45,16%). Metode pengolahan yang paling dominan adalah merebus (37,70%). Sumber utama perolehan tumbuhan adalah kegiatan budidaya (49,30%). Habitat tumbuhan yang paling umum adalah herba (37%). Terdapat 24 spesies tumbuhan obat yang diklasifikasikan sebagai tidak terancam, 9 sebagai data tidak memadai, dan 23 sebagai belum dievaluasi. Upaya untuk menjaga keberlanjutan pengetahuan lokal meliputi praktik langsung dan penyampaian pengetahuan melalui komunikasi lisan. Sembilan informan cenderung menggunakan tumbuhan obat untuk menjaga kesehatan fisik, sementara sembilan lainnya cenderung lebih memilih menggunakan tumbuhan obat terlebih dahulu.