Rizqi Amaliyatun Nisa. K5421073. Pembimbing : Dr. Rahning
Utomowati,S.Si.,M.Sc.
ANALISIS TOPONIMI DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP DI KECAMATAN CEPOGO DAN KECAMATAN SELO KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2025. Skripsi, Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis toponimi di Kecamatan
Cepogo dan Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, (2) menganalisis kearifan lokal
dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Kecamatan Cepogo dan
Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, (3) Menganalisis keterkaitan toponimi dan
kearifan lokal dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Kecamatan
Cepogo dan Kecamatan Selo Kabupaten
Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif
dengan pendekatan spasial. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian
ini adalah (1) kategori toponimi berdasarkan pendekatan spasial pola keruangan
di Kecamatan Cepogo dan Kecamatan Selo terbagi menjadi tiga, yaitu gejala fisik
alami yang meliputi : Wonodoyo, Gedangan, Sukabumi, Sumbung, Mliwis, Tlogolele,
Klakah, Selo, dan Jeruk, gejala fisikal budayawi meliputi :
Jombong, Paras, Jelok, Bakulan, Kembangkuning, Senden, Tarubatang, Suroteleng,
Lencoh, dan Jrakah, dan gejala
non-fisikal budayawi meliputi: Genting,
Cepogo, Gubug, Cabeankunti, Candigatak, dan Samiran, serta keberagaman bentang
alam yang dipengaruhi oleh faktor fisik seperti unsur hidrologi, morfologi,
biologi atau ekologi, dan faktor budaya,
(2) kearifan lokal yang terdapat di Kecamatan Cepogo dan Kecamatan Selo
dalam Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup yaitu tradisi Merti Desa,
Merti Tuk, Merti Tuk Babon, Anggoro Kasih, Sedekah Gunung, Sedekah Bumi, dan
Tungguk Tembakau. Keberadaan tradisi-tradisi tersebut memperkuat hubungan
harmonis antara manusia dan alam yang berpengaruh pada kesadaran masyarakat
untuk menjaga kelestarian sumber daya alam secara berkelanjutan, selain itu
larangan tradisional atau mitos berperan sebagai aturan tak tertulis yang
mengatur perilaku masyarakta dalam pelestarian lingkungan, (3)
adanya hubungan toponimi dan
kearifan lokal di Kecamatan Cepogo dan Kecamatan Selo menjadi landasan
strategis dalam mendukung konservasi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan
yang selaras dengan budaya masyarakat di lereng Gunung Merapi dan Gunung
Merbabu.