Windarsih Pramita Dewi. K4421078. Pembimbing: Prof. Dr. Akhmad Arif Musadad, M.Pd. EKSISTENSI DESA TRANGSAN SEBAGAI WISATA EDUKASI SEJARAH ROTAN BAGI PELAJAR DI KABUPATEN SUKOHARJO. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2025.Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan sejarah Desa Trangsan dijadikan sebagai Desa Wisata Rotan di Kabupaten Sukoharjo, (2) mendeskripsikan peran Desa Trangsan sebagai Desa Wisata Edukasi Sejarah Rotan bagi pelajar di Kabupaten Sukoharjo, serta (3) mendeskripsikan program-program yang diadakan oleh Desa Wisata Rotan Trangsan sebagai sarana promosi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif-naratif. Sumber data penelitian meliputi, informan, tempat dan peristiwa, dan dokumen. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Uji validitas yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut (1) Penetapan Desa Trangsan sebagai Desa Wisata Rotan berawal dari krisis global tahun 2008-2009 yang menyebabkan penurunan permintaan rotan di Desa Trangsan, sehingga banyak pelaku usaha dan pengrajin rotan gulung tikar. Oleh karena itu, Uni Eropa memberikan pendampingan untuk menghidupkan kembali produksi rotan. Dukungan tersebut menumbuhkan inisiatif masyarakat untuk mengembangkan desa wisata kerajinan rotan. Setelah melalui proses diskusi dengan Pemerintah Daerah Sukoharjo, Desa Trangsan resmi ditetapkan sebagai Desa Wisata Rotan Trangsan melalui SK Bupati Nomor 677/460/X/2016 pada tahun 2016; (2) Desa Trangsan berperan sebagai wisata edukasi sejarah rotan bagi pelajar di Kabupaten Sukoharjo, dengan kegiatan mencakup pengenalan sejarah rotan, proses produksi hingga pemasaran, serta kehidupan sosial masyarakat setempat. Wisatawan diajak berkunjung ke sentra produksi rotan dan menyaksikan secara langsung aktivitas para pengrajin rotan. Wisata edukasi ini diikuti oleh wisatawan dari berbagai jenjang usia, sehingga materi disesuaikan dengan kemampuan wisatawan. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian kerajinan rotan dan menumbuhkan minat generasi muda terhadap budaya lokal; (3) Desa Wisata Rotan Trangsan menjalankan berbagai program promosi melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah, bekerja sama dengan masyarakat, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo, serta desa wisata lain. Selain itu juga menambahkan materi edukatif seperti pengelolaan sampah dan pengembangan wisata air Umbul Gayam. Promosi juga dilakukan melalui media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook.