Cabai keriting (Capsicum annum L.) merupakan tanaman sayuran yang populer di Indonesia, akan tetapi produksinya masih jauh dari permintaan pasar. Hal ini mendorong untuk menciptakan benih baru yang unggul dengan cara pemuliaan tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan keunggulan dan memperoleh keragaman pada varietas baru, yaitu BMCK01 yang digunakan untuk pendaftaran varietas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, dan penimbangan dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Manajemen Produksi Tanaman mulai Juli 2024 sampai Februari 2025. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) non-faktorial yang terdiri dari 4 taraf, yang dimana 1 taraf baru dan 3 varietas pembanding, yaitu: V1=varietas cabai keriting BMCK01 (varietas baru yang diuji), V2=varietas cabai keriting OR TWIST-42, V3=varietas cabai keriting PM-999, V4=varietas cabai keriting TM-999 dan diulang sebanyak 4 kali. Setiap petak berisi 40 tanaman dan diambil 11 tanaman sebagai sampel. Variabel pengamatan meliputi kondisi lingkungan, karakter kuantitatif, dan karakter kualitatif yang memenuhi syarat dalam penyusunan deskripsi varietas untuk pendaftaran varietas baru. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam taraf 5% yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan varietas baru memiliki keunggulan, yaitu diameter buah tebal dan hasil produktivitas yang tinggi, serta memiliki keanekaragaman yang digunakan sebagai penciri pada varietas baru, yaitu profil potongan melintang daun, posisi kepala putik, dan warna benangsari.