Penulis Utama : Tyas Ning Yuni A A
NIM / NIP : T642102007

Stunting (tengkes) merupakan ancaman utama terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dan ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Anak yang gagal tumbuh akan terganggu pertumbuhan fisik dan terganggu perkembangan otaknya, yang tentunya akan sangat memengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, serta produktivitas dan kreativitas di usia produktif. Upaya promotif dan preventif sesuai program pemerintah telah dilaksanakan dari tingkat Posyandu. Penyebab stunting bahwa salah satu nya yaitu ibu. Ibu dapat menjadi kunci untuk mengatasi masalah stunting. Dimulai dari kondisi awal, sebelum terjadinya konsepsi di mana janin belum terbentuk, penguatan nutrisi ibu secara dini harus dilakukan agar tubuh ibu siap menjalani fase prenatal untuk perkembangan janin, yang kemudian berlanjut pada fase bayi- usia balita hingga remaja. Peran ibu pada fase emas sangat penting untuk mencegah stunting pada anak.Penelitian ini bertujuan untuk: pertama menganalisis pengalaman orang tua yang memiliki anak stunting di Kabupaten Gunung kidul Provinsi DIY. Kedua menganalisis media promosi kesehatan yang tepat dalam mengatasi stunting di Kabupaten Gunung Kidul Provinsi DIY. Ketiga merumuskan desain model promosi kesehatan berbasis ibu untuk mengatasi stunting di Kabupaten Gunung Kidul Provinsi DIY. Keempat menganalisis adanya pengaruh model promosi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang stunting di Kabupaten Gunung Kidul Provinsi DIY. Kelima menganalisis pengaruh model promosi kesehatan terhadap sikap tentang stunting di Kabupaten Gunung Kidul Provinsi DIY. Keenam menganalisis pengaruh model promosi kesehatan pada pola asuh anak usia Baduta di Kabupaten Gunung Kidul Provinsi DIY.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Research and Development (R&D). Model yang digunakan mengacu pada model penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Borg and Gall (1989). Tahapan penelitian ini melalui sepuluh tahap. Penelitian dimulai dengan uji kualitatif untuk melihat permasalahan stunting yang ada di Gunung Kidul serta melakukan studi literatur. Tahap kedua melakukan rancangan produk kebutuhan inovasi di Gunungkidul berdasarkan hasil temuan kualitatif. Tahap ketiga melakukan pengembangan produk awal. Tahap keempat pengujian awal dengan melakukan FGD dan uji kelayakan. Tahap kelima melakukan revisi produk. Tahap keenam melakukan uji coba terbatas. Tahap ketujuh melakukan revisi produk dari uji coba terbatas. Tahap delapan melakukan uji coba lapangan, dan tahap terakhir pengawasan dan evaluasi.Tahap pertama secara kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Tahap penelitian ini menggunakan fenomenologi didasarkan atas permasalahanangka kejadian stunting yang masih tinggi di Gunung Kidul. Studi fenomenologi melihat pengalaman orangtua yang memiliki anak stunting pada usia lebih dari dua tahun sampai dengan lima tahun. Studi ini menggunakan snowball sampling terdiri atas sepuluh pasang orangtua yang memiliki anak stunting atau dua puluh orang informan dan dua orang kader yang dipilih dengan purposive sampling. Selanjutnya dilakukan FGD, informan terdiri atas tujuh orang perwakilan dari Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa, dan Pelaksana di Puskesmas yang dipilih dengan purposive sampling. Uji kualitatif menghasilkan sembilan tema yaitu: pertama Informasi tentang stunting sudah ada, namun pemahaman tentang stunting masih beragam di masyarakat. Kedua angka kejadian stunting sebagai sebuah data, dianggap bukan menjadi perkara penting, tetapi fokus pada penanganan anak. Ketiga fokus penanganan anak stunting menurut masyarakat pada perbaikan gizi. Keempat adanya stunting menjadi sebuah stigma. Kelima karakteristik penyebab anak stunting berkisar pada tujuh penyebab (sesuai WHO), namun yang paling menonjol terkait dengan pendidikan pengasuhan (pola asuh) anak yang menderita stunting. Keenam program kebijakan pengentasan stunting ada dua hal, yaitu program rutin (intervensi spesifik dan sensitif) dan program bantuan, namun masih ada kendala terkait belum optimalnya program stunting. Ketujuh terdapat integrasi program stunting, namun belum seluruhnya. Kedelapan ada harapan agar program stunting dapat optimal terlaksana. Kesembilan kebutuhan inovasi intervensi promosi kesehatan dalam bentuk tahapan, yaitu penyuluhan langsung dan audiovisual yang dilaksanakan secara berkumpul pada paguyuban di balai pertemuan warga.Tahap kedua perencanaan produk berdasar kebutuhan yang ditemukan pada proses uji kualitatif. Permasalahan terkait pemahaman pola asuh pada anak stunting. Tahap kebutuhan berupa intervensi berupa media edukasi. Pada tahap ini diproses sebuah media edukasi dengan kurikulum PESAT (Pendidikan Edukatif Stunting Anti-Terlambat). Tahap tiga pengembangan produk awal dengan lima uji pakar dengan nilai layak. Tahap empat pengujian awal melalui FGD yang menghadirkan sembilan belas orang informan dan terdapat beberapa masukan media edukasi. Tahap lima melakukan revisi sesuai dengan masukan tahap sebelumnya (empat).Tahap keenam dilaksanakan uji coba terbatas pada 30 responden dengan hasil terdapat perbedaan atau intervensi efektif memengaruhi pengetahuan, sikap, dan perilaku pola asuh ibu terkait anak stunting, sekaligus adanya masukan dari responden terkait media edukasi. Tahap ketujuh dilakukan revisi atas hasil dari uji coba. Tahap kedelapan melakukan uji coba lapangan yang melibatkan 10 wilayah kerja Puskesmas. Uji coba tahap luas atau lapangan dengan populasi ibu yang memiliki anak usia Baduta (bawah dua tahun) stunting sebanyak 1346. Dilakukan penghitungan sampling sehingga total sejumlah 308 responden, terbagi dua terdiri kelompok intervensi dan kontrol, yang berasal dari 10 wilayah kerja Puskesmas di wilayah Gunung Kidul. Hasilnya pada kelompok intervensi, promosi kesehatan terbukti efektif terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku pola asuh dibandingkan dengan kelompok kontrol. Tahap kesembilan revisi, akan tetapi tidak ada masukan terkait produk. Tahap 10 selanjutnya dilaksanakan monitoring dan evaluasi produk.Program pemerintah dalam mengatasi stunting di Gunung kidul sudah ada dan terbagi menjadi dua, yaitu program yang bersifat rutin (intervensi spesifik dan sensitif) dan program bantuan. Program bantuan diberikan bukan hanya dari Dinas Kesehatan saja, tetapi juga berasal dari beberapa instansi pemerintah terkait. Karakteristik penyebab stunting di Gunung kidul masih mengacu pada penyebab stunting menurut WHO, tetapi dari ketujuh faktor, pola asuh ibu menjadi yang paling menonjol. Selanjutnya model intervensi yang dibutuhkan di Gunung kidul sesuai kebutuhan masyarakat, terutama ibu yaitu Model Paguyuban Kelas Ibu Balita, dengan media intervensi promosi kesehatan PESAT (Pendidikan Edukatif Stunting Anti-Terlambat), yakni model promosi kesehatan yang memanfaatkan paguyuban pada kelas ibu balita dengan menggunakan media promosi kesehatan intervensi edukasi dalam bentuk edukasi secara langsung di dampingi video edukasi dan mini buku sebagai bahan bacaan. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat pengaruh intervensi media promosi kesehatan PESAT terhadap tingkat pengetahuan ibu, sikap, dan perilaku pola asuh, pada pengetahuan sebesar 18,18 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 13,63, sikap ibu sebesar 2 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 0, perilaku pola asuh ibu pada anak sebesar 1 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 0 dengan perbedaan yang signifikan p=0,005

×
Penulis Utama : Tyas Ning Yuni A A
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T642102007
Tahun : 2025
Judul : Model Promosi Kesehatan Berbasis Ibu Untuk Mengatasi Stunting Di Kabupaten Gunung Kidul Provinsi DIY.
Edisi :
Imprint : Surakarta - Sekolah Pascasarjana - 2025
Program Studi : S-3 Penyuluhan Pembangunan (Promosi Kesehatan)
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Promosi Kesehatan, Ibu, Stunting, Edukasi
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : https://medic.upm.edu.my/jurnal_kami/volume_21_2025/mjmhs_vol21_supp_3_may_2025-86983
Link DOI : https://medic.upm.edu.my/jurnal_kami/volume_21_2025/mjmhs_vol21_supp_3_may_2025-86983
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si.
2. Dr. Ir. Eny Lestari, M.Si
3. Haryani Saptaningtyas, S.P., M.Sc., Ph.D
Penguji : 1. Prof. Dr. Sri Sulistyowati, dr.,Sp.O.G(K)
2. Prof. dr. R. Detty Siti Nurdiati Z, MPH, PhD, Sp.OG, Subsp. K.Fm
3. Dr. Sapja Anantanyu, MSi
Catatan Umum :
Fakultas : Sekolah Pascasarjana
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.