Pentingnya makanan dan minuman tradisional sebagai representasi
budaya dan identitas masyarakat lokal, khususnya di Kota Surakarta. Di tengah
arus modernisasi dan globalisasi, eksistensi makanan tradisional mengalami
tantangan yang signifikan, baik dalam bentuk, makna, maupun penyajiannya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis
makanan dan minuman tradisional di Surakarta serta mendeskripsikan bentuk
lingual dan makna kultural yang terkandung di dalamnya melalui pendekatan
etnolinguistik.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik
pengumpulan data berupa simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat.
Berdasarkan hasil data yang diperoleh dari observasi langsung dan wawancara
dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lima kecamatan di
Kota Surakarta.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan dan minuman tradisional
di Surakarta seperti nasi liwet, serabi, timlo, dawet telasih, dan lainnya tidak hanya
beragam secara bentuk dan bahan, tetapi juga sarat nilai-nilai budaya lokal.
Penamaan kuliner tersebut umumnya berasal dari unsur geografis, bahan utama,
hingga proses pembuatan, yang mencerminkan hubungan erat antara masyarakat
dengan lingkungannya. Makna kultural yang terkandung dalam nama-nama kuliner
ini menunjukkan identitas kolektif, nilai historis, simbol religius, serta praktik
sosial yang masih dijaga hingga kini. Dengan demikian, kuliner tradisional tidak
hanya berfungsi sebagai kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai media pelestarian
bahasa dan budaya lokal masyarakat Surakarta.