Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-recruitment dan reputasi organisasi terhadap niat melamar pekerjaan, dengan employer branding sebagai variabel mediasi dan ketersediaan informasi di media sosial sebagai variabel moderasi. Fokus penelitian didasarkan pada meningkatnya ketergantungan organisasi terhadap platform digital dalam proses rekrutmen, serta kebutuhan perusahaan untuk membangun persepsi positif agar mampu menarik kandidat yang berkualitas. Permasalahan ini semakin relevan pada era kompetisi talenta, di mana teknologi digital dan reputasi organisasi menjadi faktor kunci dalam memengaruhi perilaku pencari kerja.Penelitian dilakukan pada karyawan Bank BUMN di wilayah Solo Raya yang mewakili segmen entry-level dalam dunia kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan dari 150 responden melalui kuesioner online dan diolah menggunakan software SmartPLS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-recruitment dan reputasi organisasi berpengaruh signifikan terhadap niat melamar. Employer branding terbukti memediasi pengaruh e-recruitment terhadap niat melamar, sementara ketersediaan informasi di media sosial memperkuat hubungan antara reputasi organisasi dan niat melamar. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi rekrutmen digital yang terintegrasi dengan komunikasi branding dan reputasi organisasi melalui media sosial. Secara teoritis, penelitian ini memperluas pemahaman tentang Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1991) dengan menambahkan konteks digital sebagai determinan niat perilaku. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi perusahaan untuk memperkuat kehadiran digital yang transparan, akurat, dan otentik guna meningkatkan daya tarik, khususnya bagi generasi muda yang responsif terhadap informasi daring.