| Penulis Utama | : | Nuraeni D.dharmawati |
| NIM / NIP | : | T651808009 |
Perkebunan kelapa sawit sebagai sumber untuk penyediaan bahan dan energi merupakan komoditas yang terus dibudidayakan. Sementara itu ketersediaan lahan – lahan subur semakin berkurang, sehingga pemanfaatan lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit menjadi pilihan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, energi dan sebagai sumber devisa negara dari komoditi perkebunan. Pemanfaatan gambut untuk perkebunan kelapa sawit menghendaki adanya sisten drainase dengan kanalisasi dikhawatirkan berpotensi menimbulkan berbagai bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, subsidensi tanah, banjir. Pengelolaan tata air yang baik merupakan kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian lahan gambut, agar mampu menyediakan sejumlah air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan evapotranspirasi tanaman kelapa sawit dan menjaga ketinggian permukaan air tanah (water table) sehingga kelembaban tanah tetap terjaga, agar lahan gambut tetap produktif dan lestari. Penelitian ini bertujuan dibagi untuk: (a) Tujuan penelitian pertama mengukur kemampuan menyimpan air maksimum, berat volume, berat jenis, porositas dan kadar C organik tanah gambut pada berbagai kedalaman dan umur tanaman kelapa sawit; (b) Tujuan penelitian kedua menghitung potensi ketersediaan air dari curah hujan dalam bentuk curah hujan probabilitas 80%, menghitung evapotranspirasi potensial berdasarkan data iklim, menghitung evapotranspirasi aktual sebagai kebutuhan air tanaman kelapa sawit, kemudian menyusun neraca air pada berbagai tahap umur tanaman kelapa sawit; (c) Tujuan penelitian ketiga menyusun neraca air air berbasis kedalaman air serta mengkaji hubungan curah hujan terhadap ketinggian permukaan air tanah (water table) dan produksi kelapa sawit. Penelitian pertama dilakukan dengan mengambil sampel tanah disturbed dan undisturbed dari blok- blok sampel tanaman kelapa sawit yang dipilih berdasarkan tahun tanam yang berbeda, yaitu sampel tanaman muda umur 4 tahun, sampel tanaman dewasa umur 6 tahun dan sampel tanaman tua umur 12 tahun. Setiap blok terpilih diambil sampel pada tiga lapisan kedalaman yaitu: kedalaman 0 – 20, 20 – 20, 40 – 60 cm. Penelitian kedua menghitung potensi ketersediaan air dari curah hujan menggunakan data curah hujan bulanan selama 10 tahun dari tahun 2013 sampai tahun 2022, kemudian dipilih curah hujan dengan peluang kejadian 80% (probabilitas 80%). Nilai evapotranspirasi potensial (Eto) dihitung menggunakan metode Penman Mounteith, berdasarkan data iklim dari tahun 2013 sampai 2022. Kebutuhan air tanaman yang dinyatakan sebagai evapotranspirasi standar (ETc) merupakan hasil perkalian antara evapotransirasi potensial (Eto) dengan koefisien tanaman (kc), yang dihitung pada berbagai umur tanaman kelapa sawit. Neraca air merupakan perbandingan antara curah hujan probabilitas 80?ngan evapotranspirasi standar tanaman kelapa sawit, sehingga diperoleh dua kemungkinan terjadi kelebihan air (surplus) atau kekurangan air (defisit). Penelitian ketiga kelebihan (surplus) yang tersimpan dalam tanah dihitung berdasarkan kemampuan penyimpanan air maksimum tiap lapis kedalaman, sehingga dapat diketahui kelebihan air akan terserap sampai pada lapisan 0 – 20, 20 – 40 cm atau kelebihan air mencapai lapisan 40 – 60 cm. Selanjutnya dilakukan analisis untuk menghubungkan antara curah hujan dan responnya terhadap perubahan kedalaman muka air tanah (water table), dinyatakan dengan menghitung waktu jeda atau selisih waktu antara kejadian hujan sampai menimbulkan perubahan kedalaman muka air tanah dan menghitung perbandingan (rasio) antara curah hujan dengan kedalaman muka air tanah pada setiap blok.Perubahan sifat fisik tanah pada berbagai umur dan kedalaman tanah dari hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa umur tanaman kelapa sawit berpengaruh signifikan terhadap nilai berat volume tanah, porositas, namun kedalaman dan umur tanaman tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar lengas maksimum, berat jenis dan kadar C organik. Ini berarti lahan gambut dalam kondisi relatif stabil dan belum mengalami drainase berat sehingga perubahan sifat fisik tanah pada berbagai kedalaman lapisan dan umur tanaman cenderung sedikit dan tidak signifikan secara statistik. Pengelolaan kedalaman muka air tanah di perkebunan kelapa sawit merupakan faktor utama yang mengendalikan kelembaban tanah gambut, apabila kedalaman muka air tanah dipertahankan pada kedalaman optimal (kedalaman 40 – 60 cm dibawah permukaan tanah), maka lapisan gambut di bagian permukaan dan di bawah permukaan akan tetap berada pada kondisi basah, sehingga proses dekomposisi melambat menyebabkan perubahan sifat fisik tanah terutama kemampuan menyimpan air dan berat jenis relatif kecil.Kemampuan menyimpan air maksimum (KLM) pada tanaman kelapa sawit muda umur 4 tahun berkisar 520 – 654 % tertinggi pada lapisan 0 – 20 cm, pada tanaman kelapa sawit dewasa umur 6 tahun nilai KLM sekitar 368 – 514 %, tertinggi pada lapisan 40 – 60 cm dan pada tanaman kelapa sawit tua umur 12 tahun, kadar air maksimum meningkat dengan nilai 400 – 837 ?n kadar air maksimum tertinggi berada pada kedalaman 40-60 cm. Perbandingan antara curah hujan probabilitas 80?ngan evapotranspirasi standar (ETc) berbagai umur tanaman menunjukkan bahwa pada setiap tahapan umur tanaman kelapa sawit terjadi surplus air (kelebihan air) setiap bulan sepanjang tahun, semakin bertambah umur tanaman kelapa sawit, nilai surplus air semakin berkurang, yaitu: Kebutuhan air tanaman kelapa sawit umur 3 – 5 tahun sebesar 1045,416 mm/tahun dengan hujan total 4649,82 mm/tahun, sehingga terjadi kelebihan air 3604,40 mm/tahun. Kebutuhan air tanaman kelapa sawit umur 5 – 7 tahun sebesar 1118,352 mm/tahun, dengan jumlah hujan 4649,82 mm/ tahun, sehingga terjadi kelebihan air 3531,46 mm/tahun. Kebutuhan air tanaman kelapa sawit umur 7 – 9 tahun sebesar 1130,508 mm/tahun dengan jumlah hujan 4649,82 mm/ tahun. sehingga terjadi kelebihan air 3519,31 mm/tahun. Kebutuhan air tanaman kelapa sawit umur lebih dari 9 tahun sebesar 1130,51 mm/tahun, dengan curah hujan total setahun sebesar 4649,82 mm/tahun, maka surplus air selama setahun sebesar 2.792,69 mm/tahun. Hasil ini menunjukkan bahwa secara tahunan, wilayah ini memiliki surplus air yang besar, karena curah hujan jauh lebih tinggi dari kebutuhan evapotranspirasi. Kelebihan air ini akan mengisi sampai lapisan kedalaman 20 - 40 cm, bahkan untuk bulan bulan dengan curah hujan tinggi, pada bulan Desember, Januari, kelebihan air akan mencapai pada lapisan kedalaman 40 – 60 cm.Air akan meresap ke lapisan yang lebih dalam melalui proses perkolasi dan mencapai lapisan yang lebih dalam sehingga menyebabkan kenaikan kedalaman muka air tanah. Kajian hubungan curah hujan terhadap perubahan ketinggian muka air tanah dilakukan pengamatan terhadap 12 lokasi blok sampel tanaman kelapa sawit tua umur 12 tahun. Secara umum pada setiap blok diperoleh waktu jeda antara hujan dan perubahan tinggi muka air terjadi pada satu sampai 7 hari pada minggu yang sama saat hujan, artinya kejadian curah hujan akan direspon oleh lahan berupa perubahan kedalaman muka air tanah dalam kurun waktu satu minggu (1-7 hari). Perubahan kedalaman muka air tanah (Y) dapat diprediksi menggunakan persamaan matematis hubungan antara curah hujan dengan selisih antara hujan dengan kedalaman muka air tanah (x), yang mempunyai persamaan matematis untuk rata – rata semua blok Y = 1,0788 x – 47,025 nilai koefisien determinasi (R2) = 0,9820, artinya fluktuasi kedalaman muka air tanah dapat diperkirakan berdasarkan data curah hujan, dengan menggunakan persamaan matematis tersebut dengan tingkat keandalan sebesar 98,20 %.Hasil temuan penting yang diperoleh adalah:1. Surplus air pada perkebunan kelapa sawit di lahan gambut menaikkan kedalaman muka air tanah, menjaga tanah tetap jenuh, menghambat perubahan sifat fisik tanah yang merugikan seperti pemadatan, subsiden, dan penurunan kapasitas simpan air. Sifat fisik lahan gambut relatif stabil pada berbagai umur dan kedalaman menandakan lahan gambut tersebut masih terjaga dan belum terdegradasi2. Tanaman kelapa sawit muda, dewasa dan tua memenuhi kebutuhan air untuk melakukan evapotranspirasi aktual dengan memanfaatkan air dari curah hujan yang jatuh (fresh water), karena potensi curah hujan dengan probabilitas kejadian 80% mampu memenuhi kebutuhan air berbagai umur tanaman kelapa sawit.3. Neraca air pada berbagai umur tanaman kelapa sawit menunjukkan hasil surplus pada setiap bulan selama setahun, yang nilainya bervariasi, semakin tua umur tanaman jumlah surplus airnya semakin berkurang. Persamaan umum keseimbangan air yang ditemukan: P – ET = (∆S 0-20 + ∆S 20-40 + ∆S 40-60) + ∆WT.4. Kejadian hujan akan langsung direspons dengan terjadinya kenaikan kedalaman muka air tanah pada hari pertama sampai 7 hari atau waktu jeda 0 (time lag-0). 5. Pengelolaan perkebunan kelapa sawit di lahan gambut harus memperhatikan perubahan sifat fisik tanah seiring umur tanaman dan menjaga serta mengatur kedalaman muka air tanah agar tetap dalam kisaran optimal (40 -60 cm). Dengan demikian, produktivitas sawit dapat dipertahankan tetap tinggi dan resiko degradasi lahan gambut dapat diminimalkan.
| Penulis Utama | : | Nuraeni D.dharmawati |
| Penulis Tambahan | : | 1. Prof. Dr.Ir. Suntoro Wongso Atmojo, MS 2. Komariah STP., M.SC., PH.D 3. Prof.Dr.Ir. Hermantoro, MS.IPU, ASEAN Eng., APEC Eng 4. |
| NIM / NIP | : | T651808009 |
| Tahun | : | 2025 |
| Judul | : | Model Keseimbangan Air untuk Pengelolaan Air Perkebunan Kelapa Sawit di Lahan Gambut |
| Edisi | : | |
| Imprint | : | Surakarta - Fak. Pertanian - 2025 |
| Program Studi | : | S-3 Ilmu Pertanian |
| Kolasi | : | |
| Sumber | : | |
| Kata Kunci | : | sifat fisik tanah gambut, neraca air, kedalaman muka air tanah, kebutuhan air tanaman |
| Jenis Dokumen | : | Disertasi |
| ISSN | : | |
| ISBN | : | |
| Link DOI / Jurnal | : | - |
| Status | : | Public |
| Pembimbing | : |
1. Prof. Dr.Ir. Suntoro Wongso Atmojo, MS 2. Komariah STP., M.SC., PH.D 3. Prof.Dr.Ir. Hermantoro, MS.IPU, ASEAN Eng., APEC Eng |
| Penguji | : |
1. Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM, ASEAN Eng. APEC Eng 2. Prof. Ir. Danar Praseptiangga, S.T.P., M.Sc.PH.D 3. Prof. Dr. Ir. Susila Herlambang,M.Si |
| Catatan Umum | : | |
| Fakultas | : | Fak. Pertanian |
| Halaman Awal | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
|---|---|---|
| Halaman Cover | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB I | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB II | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB III | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB IV | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB V | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB Tambahan | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| Daftar Pustaka | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| Lampiran | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |